Terkait Konten Tiktok Nikita Mirzani, Ketua Laskar Kuda Hitam Akan Membuat Laporan Ke Polda Metro Jaya

Ditemui disela acara Rapat Bulanan di Organisasi Masyarakat Bima Dompu, Firdaus selaku kuasa hukum Syahlan mengatakan dalam waktu 1 atau 2 hari ke depan, Saya akan mendampingi Sahlan untuk melaporkan Nikita Mirzani terkait ucapan kata Allah dibuat ledekan.

” Kami sedang kaji hukumnya, misal kalau deliknya masuk,kami akan ajukan laporan ke Polda Metro Jaya,” Tambah Firdaus.

Nanti rencana Sahlan (Ketua laskar kuda hitam) yang akan datang ke POLDA METRO JAYA dengan didampingi Lawyernya, melaporkan Video Tik tok Nikita Mirzani yang telah menyakiti hati warga Bima yang mayoritas beragama Islam.

Postingan Nikita Mirzani di Tik Tok dengan mengucapkan “Ushalli fardhol maghribi tsalaatsa raka’aatin mustaqbilal qiblati adaa’an lillaahi ta’aala. Takbir!” sambil menggoyangkan kepala.

Adapun postingan Tik Tok Nikita Mirzani yang tweet kan lewat @riricisofficial_30 sejak, sejak Kamis (21/10/2021) hingga kini menjadi viral.

Kami masyarakat Bima melihat ada candaan yang tidak pada tempatnya, yaitu artis NIKITA MIRZANI, mungkin candaan ini melawan individu atau rivalnya, namun disini menjadi bias dan timbul opini yang buruk terhadap satu agama (Islam-red) ,akhirnya memancing animo yang buruk di tengah masyarakat terkait statement Nikita Mirzani di konten tiktok, yaitu melecehkan umat Islam,” Terang Firdaus dalam press conference, Minggu (24/10).

Yang kami minta Nikita Mirzani agar diberikan sangsi sosial dan sangsi moral. Segera Menteri Kominfo mau memboikot semua kegiatan Nikita Mirzani di media sosial.

” Tutup Facebook,Twiter, Instagram, Youtube serta hapus konten tiktok dan lainnya milik Nikita Mirzani,” Harap Firdaus yang juga Ketum Laskar Bima Bersatu.

Adapun Ketua Dewan Pembina Laskar Kuda Hitam AKP. Makarau,dan Ketum koordinator strategi Laskar Kuda Hitam Purnawirawan Letkol Ismail,serta Dewan Penasehat Laskar Kuda Hitam H.Rustam.

” Saya takutnya anak-anak generasi dibawah umur mengikuti tata cara Nikita Mirzani yang nyeleneh. Kalau dilihat dari cara dia berbicara saya belum menemukan unsur penistaan Agama, namun disini 50% : 50%, kalau memang dia melakukan unsur penistaan Agama dalam pasal 156 A, pidana umum dan khusus pasal 27 – 28 di UU ITE ini akan kami laporkan,” Tutup Firdaus.