KKP Salurkan Bantuan Konservasi di Perbatasan Kalbar

JAKARTA, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali menyalurkan bantuan berupa sarana dan prasarana untuk kegiatan konservasi. Kali ini bantuan diberikan kepada Kelompok Wahana Bahari di Paloh, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat, beberapa waktu lalu.

Bantuan pemerintah yang diserahkan oleh Kepala Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Pontianak Andry I. Sukmoputro tersebut terdiri dari 1 unit kendaraan ATV, 1 unit laptop, 1 unit speaker, 1 unit genset, 1 unit kendaraan roda tiga dengan total nilai sejumlah Rp.97.460.000,-. Usai menyerahkan bantuan, BPSPL Pontianak dan Ketua Kelompok Wahana Bahari langsung menandatangani berita acara serah terima (12/08/21).

Plt. Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Pamuji Lestari menerangkan Pantai Paloh merupakan pantai peneluran penyu terpanjang di Indonesia yang berlokasi di Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat dengan panjang mencapai 63 kilometer. Wilayah ini juga berdekatan dengan Malaysia.

“Pantai ini merupakan tempat bagi penyu hijau, sisik, lekang dan penyu belimbing untuk bertelur. Kelompok masyarakat memiliki peran sangat besar dalam pengelolaan biota ini, khususnya untuk pelestarian konservasi penyu yang ada di Paloh,” terang Tari.

Lebih lanjut Tari menjelaskan penyaluran bantuan pemerintah bisa menjadi pemantik bagi masyarakat dalam pengelolaan sekaligus pengawasan sumber daya perairan sehingga dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan dan perkembangan kawasan konservasi perairan dari sisi ekologi, sosial dan ekonomi masyarakat pesisir.

“Kelompok penerima bantuan harus berperan aktif dalam menjaga kelestarian sumber daya laut di kawasan konservasi dan menjadi garda terdepan dalam membangun sektor kelautan dan perikanan melalui berbagai aksi perlindungan dan konservasi,” tegasnya.

Mengenai bantuan, Kepala BPSPL Pontianak, Andry I. Sukmoputro menuturkan bantuan KOMPAK (Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi) merupakan bentuk dukungan aksi konservasi terhadap akselerasi pengelolaan kawasan konservasi serta pengelolaan jenis ikan terancam punah dan/atau dilindungi terutama jenis penyu. Andry juga menekankan pentingnya habitat penyu bagi ekosistem pesisir dan pentingnya rekam data penyu untuk mendukung keberlanjutan ekosistem penyu.

“Saya berharap bantuan ini dapat dirawat, dipelihara, dikelola dengan bijak. Lalu, agar bisa berlanjut dalam proses pemeliharaanya kelompok wajib menyisihkan pendapatannya untuk perawatan alat dan tetap menjaga keterbukaan antar masing-masing anggota kelompok,” harapnya.

Kelompok Wahana Bahari merupakan salah satu kelompok yang berjasa dalam menciptakan kawasan Paloh sebagai lokasi ekowisata di Provinsi Kalimantan Barat. Hermanto sebagai salah satu anggota Kelompok Wahana Bahari, berkomitmen memelihara dan mengelola bantuan agar memberikan manfaat dan timbal balik bagi masyarakat sekitarnya.