Buka Posko Angkutan Laut Nataru 2021, Ditjen Hubla Berikan Tiga Amanat.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut R. Agus H. Purnomo dalam sambutannya membuka Posko Angkutan Laut Natal dan Tahun Baru 2021, yang digelar pada Jum’at (18/12/20) di dermaga Terminal Angkutan Pelni Pelabuhan Tanjung Priok memaparkan tentang kondisi dan situasi dunia khususnya bidang transportasi di masa pandemi Covid-19 saat ini.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan pandemi Covid-19 sesuai aturan pemerintah dengan 3M (memakai masker, mencuci tangan danenjaga jarak).

“Diperlukan upaya lebih tidak hanya untuk menjamin keselamatan dan lesehatan penumpang dan awak kapal, juga untuk menjamin keselamatan dan kesehatan petugas pelabuhan dan posko diseluruh pelabuhan di Indonesia, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dalam rangka mengurangi risiko penyebaran Covid-19.

Diakui oleh Ditjen Agus akan adanya penurunan jumlah penumpang angkutan laut yang melakukan mudik tahun ini diprediksi hampir 50%. dibanding tahun lalu. Kondisi tersebut diantisipasi dengan penyediaan sarana angkutan laut yag andal dan memadai.

Untuk tahun ini telah disiapkan 1186 kapal yang terdiri dari 26 kapal milik PT Pelni, 111 armada perintis, 1149 armada swasta dengan total kapasitas angkut penumpang sebanyak 3.353. 565 orang.

Semua armada sudah laikjalan sesuai instruksi Ditjen Hubla No. HK 211/5/16/DJPL/2020 Tentang Pemeriksaan Kelaiklautan Kapal Penumpang Dalam Rangka Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

Selanjutnya Ditjen Agus  berpesan kepada Pertama, saya minta kepada seluruh jajaran Ditjen Perhubungan Laut agar melaksanakan angkutan laut Natal dan Tahun Baru ini dengan rasa

tanggung jawab, ikhlas dan sungguh-sungguh. Jangan segan-segan

memberikan bantuan kepada mayarakat yang membutuhkan bantuan, baik di pelabuhan, maupun di atas kapal laut selama dalam pelayarannya.

Kedua, kepada para Kepala UPT saya minta untuk mengoptimalkan potensi armada pada daerahnya masing-masing, terutama ruas-ruas dengan jumlah penumpang tertinggi pada arus mudik/balik sehingga dapat mengurangi terjadinya penumpukan penumpang.

Ketiga, memastikan seluruh penumpang, petugas baik di pelabuhan maupun di kapal menerapkan protocol kesehatan 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Selain itu, memastikan telah dilakukan pengecek suhu tubuh kepada seluruh penumpang dan petugas baik di pelabuhan maupun dikapal, serta dilakuka penerapan jaga jarak (physical distancing) baik di terminal penumpang maupun di kapal.

“Saya juga meminta untuk menyediakan fasilitas kesehatan dan bekerjasama dengan instansi terkait apabila diduga ada penumpang maupun petugas yang diduga terinfeksi Covid-19, serta memastikan bahwa seluruh fasilitas di pelabuhan maupun di kapal telah di bersihkan dan didisinfektan secara berkala oleh instansi atau operator yang bertanggungjawab.”

Disamping itu,Syahbandar wajib melakukan penundaan keberangkatan kapal apabila terjadi kondisi cuaca buruk sebelum kapal berangkat, karena keselamatan pelayaran tidak dapat dikompromi. Kita juga harus menyiapkan kapal Negara untuk keadaan darurat dari Kapal Kenavigasian,KapalKPLP, Kapal Latih BPSDM dalam rangka meningkatkan kesiagaan tanggap darurat angkutan laut.

Bagi perusahan pelayaran wajib memperbaharui/mengupdate informasi terkini jadwal kedatangan/keberangkatan kapal baik dipelabuhan atau melalui media sosial. Selain itu, perusahan pelayaran wajib menerapkan sistem e-ticketing yang dapat mempermudah masyarakat membeli tiket secara online atau langsung ke perusahaan atau agen.

Ditempat yang sama, Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Laut Operasi dan Usaha Kepelabuhan Dedy Hermanto menambahkan Posko Angkutan Laut Nataru 2021 ini dibuka mulai tanggal 18 Desember 2020 sampai 8 Januari 2021 terbagi dari beberapa instansi terkait yang ada di Terminal Penumpang Pelni untuk kelancaran angkutan laut Nataru 2021.

Posko ini beroperasi 24 jam nonstop untuk pengaduan dan informasi masalah trayek, tiket dengan kekuatan personil sebanyak 100 orang lebih.

Hadir dalam pembukaan Kepala OP Pelabuhan Utama Tanjung Priok, Kakan Syahbandar Utama, Perwakilan Bea Cukai, Perwakilan Kolinlamil, Perwakilan Lantamal III, Perwakilan KKP, Perwakilan SAR, Perwakilan Kacab Pelni, Perwakilan Imigrasi dan Polri (KPPP)

 

(yamin)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.