Aliansi Nasional Indonesia Sejahtera Deklarasi Gubernur Anies Jadi Calon Presiden 2024

Dukungan calon Presiden 2024 terhadap Anies Rasyid Baswedan terus mengalir. Hari ini (Rabu,20/10) di Gedung Joeang 45.
Sekelompok Relawan ANIES: Aliansi Nasional Indonesia Sejahtera mendeklarasikan Gubernur DKI Jakarta sebagai calon Presiden RI tahun 2024. Sebelumnya Apresiasi atas kinerja Anies Baswedan datang dari berbagai Partai Politik, seperti PAN, PKS, dan PPP.
Pada Workshop Nasional PAN di Nusa Dua Bali, Anies Baswedan yang hadir sebagai salah satu narasumber mendapat dukungan dari beberapa pengurus PAN. Demikian pula PKS mengatakan kalau Anies Baswedan menjadi salah satu referensi tokoh yang akan diusul pada Pilpres 2004. Baru-baru ini pada Kongres Alim Ulama Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Anies Baswedan juga mendapat dukungan beberapa tokoh PPP. Meski semua Partai ini belum menentukan pilihan politiknya, namun mereka sepakat bahwa sosok Anies Baswedan adalah Tokoh yang berprestasi dan layak diusung pada Pilpres 2024.
Menanggapai arus dukungan pada Anies Baswedan, Ketua Relawan Bala Anies, Sismono La Ode sangat mengapresiasi dan wajar, karena Anies Baswedan merupakan salah satu calon pemimpin masa depan Indonesia yang berkualitas, berprestasi, dan memiliki elektabilitas yang tinggi.
Yakin Akan Ada Deklarasi Berikutnya
Bagi Bala Anies, Deklarasi Anies Baswedan hari ini adalah momentum bagi para relawan yang lebih mengenalkan sosok Anies Baswedan. Sebenarnya jika tidak Pandemi para relawan sudah turut mendeklarasikan Anies Baswedan. Di Media sosial relawan Anies dalam berbagai nama sudah dan terus mensosialisasikan prestasi Anies Baswedan. Bala Anies sendiri memilih tidak ataupun belum mendeklarasikan wadah kerelawannya.

“Kami memilih untuk aktif mensosialisasikan gagasan dan prestasi Anies Baswedan tidak hanya saat ini memimpin ibukota, namun ketika Anies Baswedan muda, memimpin Indonesia mengajar, Rektor Universitas Paramadina, dan menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI. Dengan melihat rentetan pengalaman dan kepemimpinan Anies dari waktu ke waktu kita bisa mengetahui kualitas kepemimpinan Anies Baswedan,” ungkap Sismono La Ode dalam keterangannya kepada wartawan (20/10) siang.

Alumni HMI Yogyakarta ini, melanjutnya bahwa dari selama Anies Baswedan dipercayakan menjadi pemimpin selalu membawa perubahan. Teman-teman wartawan silakan cek dari jejak digital ataupun langsung tanya siapa saja bahwa apa yang kami katakan adalah fakta.”

Kami juga Bala Anies yang memiliki relawan lintas propinsi sudah melakukan pendekatan dengan masyarakat. Belum lama ini, kami melakukan salah satu kegiatan sosial untuk mendukung Gerakan “Semua Bisa Makan”. Bala Anies membagikan ratusan nasi bungkus di jalan-jalan arteri sekitaran Jogja bagi kaum yang membutuhkan, untuk mendukung program tersebut. Pilihan Yogyakarta, karena sosok Anies Baswedan adalah tokoh yang dibesarkan di Yogyakarta.

“Kami yakin, setelah deklarasi hari ini, akan ada deklarasi selanjutnya. Masyarakat pecinta Anies Baswedan memiliki cara tersendiri untuk mendeklarasikannya. Soal waktu, kita lihat saja, yang pasti dukungan terhadap sosok Anies terus mengalir. Sekali lagi, beliau adalah sosok yang berprestasi, berkualitas, dekat dengan siapa saja, tulus, dikenal di macanegara, dan memiliki pengalaman pemimpin di tengah badai. Sosok seperti Anies Baswedan inilah yang dibutuhkan bangsa Indonesia ke depan,” tegas Sismono La Ode.

Jawab Semua Tudingan dengan Fakta
Kepemipinan Anies Baswedan di DKI Jakarta terus disorot berbagai kalangan, mulai dari fraksi PDIP dan PSI di DPRD, para Buzzer, hingga civil society seperti LBH Jakarta.

Relawan Bala Anies mempersilahkan saja kritik itu, namun tidak boleh tentensius dan bersifat adil (fair). Terkait fraksi PDIP dan PSI, Sismono La Ode, menyampaikan mereka partai oposisi. Adalah wajar dan yang pasti argumen mereka juga akan dinilai, sejauhmana objektivitasnya. Sejauh ini tak ada yang objektif. Kami sadar sebagai manusia, Anies memiliki keterbatasan, oleh karena itu, kritik harus disampaikan secara fair.

Begitu juga lapor merah yang diberikan LBH Jakarta, Bala Anies hanya heran, kenapa hanya di Jakarta saja? Kami mendorong LBH-LBH lainnya untuk melakukan reviuw/catatan ke pemerintah provinsi/kabupaten/kota lain. Jangan hanya Jakarta, biar masyarakat tidak bertanya-tanya indepedensi LBH.
Lagian menurut Sismono La Ode, catatan lapor Merah LBH itu tidak memiliki standar akademik yang jelas. Ukurannya tidak objektif! Kalau dikatakan ada 10 point rapor merah semuanya sudah dijawab dengan fakta dan kebijakan yang jelas, terukur, dan tuntas.
Soal buruknya kualitas udara, Pemprov DKI telah menyusun grand desain pengendalian udara di Ibukota, mulai dari perketat uji emisi kendaraan bermotor, perluasan rute ganjil-genap, mendorong warga menggunakan transportasi umum dan meningkatkan fasilitas pejalan kaki melalui konsep JakLingko, meningkatkan tarif parkir, akan mewajibkan industry untuk memasang alat pantau kualitas udara, penghijauan di sarana publik, dan terakhir memasang solar panel di kantor pemerintahan dan sekolah-sekolah.

Alumni HMI Yogyakarta ini, melanjutnya bahwa dari selama Anies Baswedan dipercayakan menjadi pemimpin selalu membawa perubahan. Teman-teman wartawan silakan cek dari jejak digital ataupun langsung tanya siapa saja bahwa apa yang kami katakan adalah fakta.”

Kami juga Bala Anies yang memiliki relawan lintas propinsi sudah melakukan pendekatan dengan masyarakat. Belum lama ini, kami melakukan salah satu kegiatan sosial untuk mendukung Gerakan “Semua Bisa Makan”. Bala Anies membagikan ratusan nasi bungkus di jalan-jalan arteri sekitaran Jogja bagi kaum yang membutuhkan, untuk mendukung program tersebut. Pilihan Yogyakarta, karena sosok Anies Baswedan adalah tokoh yang dibesarkan di Yogyakarta.

“Kami yakin, setelah deklarasi hari ini, akan ada deklarasi selanjutnya. Masyarakat pecinta Anies Baswedan memiliki cara tersendiri untuk mendeklarasikannya. Soal waktu, kita lihat saja, yang pasti dukungan terhadap sosok Anies terus mengalir. Sekali lagi, beliau adalah sosok yang berprestasi, berkualitas, dekat dengan siapa saja, tulus, dikenal di macanegara, dan memiliki pengalaman pemimpin di tengah badai. Sosok seperti Anies Baswedan inilah yang dibutuhkan bangsa Indonesia ke depan,” tegas Sismono La Ode.

Jawab Semua Tudingan dengan Fakta
Kepemipinan Anies Baswedan di DKI Jakarta terus disorot berbagai kalangan, mulai dari fraksi PDIP dan PSI di DPRD, para Buzzer, hingga civil society seperti LBH Jakarta.
Relawan Bala Anies mempersilahkan saja kritik itu, namun tidak boleh tentensius dan bersifat adil (fair).

Terkait fraksi PDIP dan PSI, Sismono La Ode, menyampaikan mereka partai oposisi. Adalah wajar dan yang pasti argumen mereka juga akan dinilai, sejauhmana objektivitasnya. Sejauh ini tak ada yang objektif. Kami sadar sebagai manusia, Anies memiliki keterbatasan, oleh karena itu, kritik harus disampaikan secara fair.

Begitu juga lapor merah yang diberikan LBH Jakarta, Bala Anies hanya heran, kenapa hanya di Jakarta saja? Kami mendorong LBH-LBH lainnya untuk melakukan reviuw/catatan ke pemerintah provinsi/kabupaten/kota lain. Jangan hanya Jakarta, biar masyarakat tidak bertanya-tanya indepedensi LBH.

Lagian menurut Sismono La Ode, catatan lapor Merah LBH itu tidak memiliki standar akademik yang jelas. Ukurannya tidak objektif! Kalau dikatakan ada 10 point rapor merah semuanya sudah dijawab dengan fakta dan kebijakan yang jelas, terukur, dan tuntas.

Soal buruknya kualitas udara, Pemprov DKI telah menyusun grand desain pengendalian udara di Ibukota, mulai dari perketat uji emisi kendaraan bermotor, perluasan rute ganjil-genap, mendorong warga menggunakan transportasi umum dan meningkatkan fasilitas pejalan kaki melalui konsep JakLingko, meningkatkan tarif parkir, akan mewajibkan industry untuk memasang alat pantau kualitas udara, penghijauan di sarana publik, dan terakhir memasang solar panel di kantor pemerintahan dan sekolah-sekolah.