Panen Serentak di DKI, Hasil Urban Farming di RW 06 Sunter Agung Dipanen

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkolaborasi dengan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi DKI Jakarta, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta, dan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Provinsi DKI Jakarta menggelar Panen Serentak dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76 secara dalam jaringan (daring).

Di Jakarta Utara, panen serentak diikuti di pertanian perkotaan (urban farming) Rukun Warga (RW) 06 Kelurahan Sunter Agung, Tanjung Priok.

Walikota Kota Administrasi Jakarta Utara, Ali Maulana Hakim mengatakan konsep urban farming menjadi salah satu upaya dalam menjaga ketahanan pangan di masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Pertanian dapat memanfaatkan lahan-lahan pekarang sempit atau kosong seperti yang dilakukan di banyak lokasi di Jakarta Utara, seperti salah satunya RW 06 Kelurahan Sunter Agung ini.

“Sekarang kita berada di lokasi RW 06 Kelurahan Sunter Agung, yang dimana dalam panen ini lahan-lahannya adalah lahan kosong milik warga yang dimanfaatkan. Termasuk juga pekarangan dalam konsep urban farming,” kata Ali saat ditemui di Sekretariat RW 06 Kelurahan Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (20/8).

Hasil urban farming ini, dijelaskan Ali dapat dimanfaatkan sebagai bahan konsumsi maupun dijual yang hasilnya kembali diperuntukkan pengembangan urban farming.

Urban farming yang berkolaborasi dengan Suku Dinas KPKP Kota Administrasi Jakarta Utara seperti ini pun sudah masif diterapkan di seluruh kelurahan.

“Mudah-mudahan dengan konsep urban farming dalam masa pandemi Covid-19 bisa dikonsumsi sebagai ketahanan pangan warga. Ini menjadi contoh, jadi warga yang ingin belajar tidak perlu study banding kemana-mana karena di setiap kelurahan dan RW yang punya lahan sempit atau kosong bisa memanfaatkannya untuk menerapkan urban farming,” jelasnya.

Di lokasi yang sama, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Administrasi Jakarta Utara, Yenny Nursanti Ali mengungkapkan tanaman urban farming seperti terong ungu dan putih, okra, tomat, cabai, timun suri, kangkung, hingga bayam dipanen.

Yenny pun mengajak kepada seluruh masyarakat yang memiliki lahan sempit atau kosong untuk segera menerapkan upban farming yang bukan hanya bermanfaat bagi lingkungan namun juga dapat dimanfaatkan sebagai ketahanan pangan bersama.

“Kami dari TP PKK khususnya Pokja (kelompok kerja) 3 masif menggencarkan sosialisasi dan mengajak masyarakat untuk menerapkan urban farming seperti ini. Tidak ada yang sulit kalau memang kita niat mengerjakannya dengan ikhlas,” tutupnya.