Rasisme Meruntuhkan Keberagaman dan Pluralisme, Humanisme Perkuat Keadilan Sosial

Jakarta, Menyikapi video viral akun Facebook Condrant Sinaga yang bermuatan SARA dan penghinaan terhadap Suku Nias dinilai sangat bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan, keberagaman, toleransi dan pluralisme. Ini pun berpotensi terjadinya segregasi sosial.

Tokoh Pemuda Adat Nias dan Akademisi Yaredi Waruwu (YW) memberikan tanggapan terkait pernyataan berbaur SARA dan penghinaan terhadap Suku Nias.

Berikut pernyataan kontroversial akun Facebook Condrant Sinaga terhadap Suku Nias.

“Bahwa ia telah berbincang dengan salah seorang pendeta di Kota Medan yang mengatakan bahwa budaya Nias (Tari Perang) sangat rentan terhadap masuknya iblis.”

Kemudian, Condrat Sinaga juga mengatakan bahwasannya di Nias masih berlaku hukum yang menghormati orang tua. Jika anak laki-lakinya menikah, maka harus memberikan kepada orang tua (Ayah), keperawanan istrinya (Pengantin Perempuan).

Terkait hal itu, Yaredi Waruwu (YW) meminta kepada masyarakat Kepulauan Nias agar menyikapinya secara arif dan bijaksana pernyataan rasisme tersebut.

Oleh karena itu, masyarakat perlu menyikapi secara arif dan bijaksana. Wajar saja sebagian masyarakat marah besar dan kecewa karena menyangkut marwah dan martabat etnis Suku Nias.

Perlu kita ketahui bersama, selama ini pluralisme, toleransi dan keberagaman sangat terjaga, terawat dan terpelihara sangat baik di kepulauan Nias.

Baik dari Suku Jawa, Batak, Minang, Melayu, Aceh dan Tionghoa yang berdomisili dan merantau di Pulau Nias selama ini saling menghormati dan menghargai serta terjalin komunikasi yang erat dengan masyarakat Nias.

“Hal itu terbukti beberapa dari luar etnis Nias terpilih menjadi anggota DPRD bahkan menduduk posisi Ketua DPRD”, Ujar Yaredi Waruwu di Jakarta, Selasa
(19/10/21).

Artinya masyarakat Nias sangat toleran dan menghargai pluralisme, keberagaman dan kebhinekaan.

Kedepan, kita mengharapkan pernyataan rasisme tidak terulang lagi karena sangat mencederai nilai-nilai kesetaraan, kemanusiaan, kebhinekaan, toleransi, adat dan budaya, dan Pancasila.(Edy)