Sebulan, KKP Catat 195 Kali Ekspor Produk Kelautan dan Perikanan dari Medan

 

 

Ramadan 2021 membawa berkah bagi produk kelautan dan perikanan. Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (Balai KIPM) Medan I mencatat 195 kali frekuensi ekspor komoditas kelautan dan perikanan dari Medan ke berbagai negara tujuan selama April atau ramadan lalu.

Adapun empat besar negara tujuan ekspornya ialah Tiongkok, Hongkong, Malaysia, dan Amerika Serikat.

“Kita patut berbangga, selama April kemarin ekspor dari Medan tetap bergeliat,” kata Kepala Balai KIPM Medan I, Muhammad Burlian, Rabu (19/5/2021).

Burlian kemudian memaparkan total ekspor selama sebulan lalu mencapai 398.297 ekor dan 571,5 ton. Total nilai produk kelautan dan perikanan yang menjangkau pasar ekspor mencapai USD3.332.746.

Komoditas hidup-konsumsi yang diekspor meliputi kepiting bakau dengan 98 kali pengiriman ke Tiongkok dan Amerika Serikat. Kemudian 8 kali pengiriman lobster air tawar ke pasar Amerika Serikat, labi-labi 7 kali pengiriman ke Korea Selatan dan Singapura.

“Lalu ikan betutu dan ikan jurung masing-masing 4 dan 3 kali pengiriman ke Singapura dan Hongkong,” terangnya.

Sementara komoditas non hidup-konsumsi yang diekspor meliputi kerang segar ke Hongkong yang mencapai 29 kali pengiriman. Selanjutnya daging nila beku 7 kali pengiriman ke Amerika Serikat serta 6 kali teripang kering dikirim ke Korea Selatan dan AS.

“Ada juga daging tuna beku dan ikan layur masing-masing 4 dan 5 kali pengiriman ke Thailand, Ekuador dan Tiongkok,” jelas Burlian.

 

 

 

 

Tak hanya komoditas konsumsi, Balai KIPM Medan I juga 6 kali melakukan pengiriman ikan hias ke berbagai negara. Burlian menyebut negara tujuan ekspor ikan hias dari Sumatera Utara di antaranya Taiwan, Malaysia, Hongkong, Amerika Serikat, Singapura dan Inggris.

“Ikan hias yang diekspor mencapai 6.644 ekor senilai USD3.397,” tutupnya.

Seperti diketahui, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mendorong peningkatan ekspor produk kelautan dan perikanan. Menurutnya, kegiatan ekspor menjadi bukti bahwa sektor kelautan dan perikanan menjadi lebih maju.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kami memotivasi guna memajukan sektor kelautan dan perikanan lebih maju. Terlebih dalam situasi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung,” kata Menteri Trenggono saat melepas ekspor produk kelautan dan perikanan senilai Rp1,012 triliun pertengahan April lalu.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.