Pemilihan Duta Bahasa Tahun 2021, Provinsi Jawa Barat Nominasi Terbaik

Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional Tahun 2021 dilaksanakan di Hotel Mercure Ancol Jakarta, Senin (18/10)

Adapun nominasi duta bahasa tahun 2021 diikuti 30 Provinsi yang ada di Indonesia.
Pemilihan Duta Bahasa 2021 diadakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan,Kebudayaan ,Riset dan Teknologi Jakarta.
Acara pemilihan Duta Bahasa 2021 ini dimulai pada tanggal 14-19 Oktober 2021.

Sementara Duta Bahasa Nasional Terbaik 6 adalah Provinsi DKI Jakarta, dan Terbaik 5 adalah Provinsi Sumatera Barat (dipertahankan),serta terbaik 4 adalah Nusa Tenggara Barat. Dimana terbaik 4, 5 dan 6, peserta nominasi duta bahasa 2021 mendapatkan piagam/ plakat penghargaan dan uang tunai pembinaan sebesar rp. 6 juta, rp.5 juta dan rp. 4 juta .

Sedangkan Pemenang Terbaik 3 adalah Provinsi Kalimantan Tengah mendapatkan piagam penghargaan dan uang pembinaan 8 juta rupiah, Terbaik 2 adalah Provinsi Banten mendapatkan piagam penghargaan dan uang pembinaan sebesar 10 juta rupiah.
Terbaik 1 adalah Provinsi Jawa Barat mendapatkan piagam penghargaan dan uang pembinaan sebesar 12 juta rupiah.

Ivran Taufik dan Aurel dari Provinsi Jawa Barat Nominasi Terbaik 1 Duta Bahasa Tahun 2021.

Kepala Badan Pengembangan Dan Pembinaan Bahasa, Prof. Endang Aminudin Aziz, M.A., Ph.D.¬†dalam sambutannya mengatakan, ” Acara pemilihan duta bahasa tahun 2021 malam ini, tidak kalah semarak dengan pemilihan Putri Indonesia. Dimana masing peserta menyampaikan kata yang sangat abstrak dan bermakna,karena pikiran direplikan dengan bahasa.”

Mereka adalah tunas-tunas bangsa, yang akan melahirkan perubahan di masa yang akan datang, perjuangan mereka bukan proses yang pendek.

” Sebenarnya kami malu dgn pemberian hadiah kami,sama sekali tidak sepadan,namun ada sesuatu yang disematkan adalah nilai immaterialnya,telah tersemat bahwa kalian (Peserta nominasi-red) adalah orang yang terbaik, ” Tambah Prof. Aminudin Aziz.

Lebih lanjut Prof. Aminudin Aziz menjelaskan bahwa setelah acara ini selesai nanti, peserta yang menang di acara ini bisa langsung memulai aktifitasnya sebagai Duta Bahasa.

Aminudin Azis mengungkapkan Duta bahasa itu tidak mesti langsung mengumpulkan orang bertatap muka, terlihat ramai dan mereka ini anak muda bisa bekerja, anak muda yang memiliki cara yang unik dalam dunia mereka bagaimana mereka bisa bekerja terjun ke masyarakat dengan caranya misalnya melalui media-media yang bisa mereka buat. Misalnya konten-konten dalam media sosial diantaranya ada facebook,Instagram, You tube, Tiktok dan lainnya.
Mereka bisa mengajak sesuai dengan amanat atau mandat yang diberikan kepada para Duta bahasa ini.
Hal ini tidak perlu dikhawatirkan dengan adanya pandemi tetapi hal tertentu harus menerapkan protokol kesehatan.

Dalam mengadakan acara, misalnya di daerah-daerah level 1 yang betul-betul aman tetap diperkenankan untuk mengadakan kegiatan secara cepat dan langsung, tentu saja harus seizin Satgas covid daerah setempat.

Saat ini memang aktifitas mereka kebanyakan bisa dilakukan dengan menggunakan media daring.
Jadi yang kita harapkan dari mereka bisa lebih efektif.