KH Rhoma Irama Berikan Amanat Kepada Pengurus Baru MPC FAHMI TAMAMI Jakarta Utara

Walikota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim melantik dan mengukuhkan kepengurusan Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Forum Silaturrahmi Ta’mir Masjid dan Mushalla (FAHMI TAMAMI) Kota Administrasi Jakarta UtaraPeriode 2021-2025, Jum’at (17/9/21) bertempat di Kantor Walikota Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu.

Walikota Ali Maulana Hakim berharap MPC Fahmi Tamami Jakut dapat berperan untuk mempererat umat dalam mensyiarkan agama Islam.

“Selamat kepada pengurus pimpinan cabang semoga bisa membantu kepengurusan masjid dn mushola menjadi lebih baik dalam memberikan pencerahan. Kemudian diharapkan bisa membangun komunikasi dan kolaborasi dengan semua pihak termasuk organisasi dan kepengurusan yang sudah ada,” ungkap Ali saat menghadiri acara pengukuhan MPC Fahmi Tamami di Ruang Bahari, Kantor Walikota Kota Administrasi Jakarta Utara, Jumat (17/9).

Ia menyatakan, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara akan mendukung kegiatan pengembangan masjid dan mushola. “Jangan menjadikan forum ini sebagai pemecah umat Islam tapi sebagai perekat dalam mensyiarkan Islam. Jalin kolaborasi dengan semua pihak untuk memakmurkan masjid dan mushola serta mensejahterakan umat. Saya harap bisa memberikan yang terbaik untuk masyarakat Jakarta Utara,” pesan Walikota.

Sedangkan prosesi pengukuhan MPC Fahmi Tamami Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu berlangsung dengan menerapkan ketentuan protokol kesehatan COVID-19. Dalam kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi DKI Jakarta, Alawin Alhadad, Wakil Walikota Kota Administrasi Jakarta Utara, Juaini, Ketua Umum Majelis Pengurus Pusat Fahmi Tamami, Rhoma Irama, dan unsur Forkopimko Jakarta Utara.

KH Rhoma Irama, Pimpinan Pusat Forum Silaturrahmi Ta’mir Masjid dan Mushalla (FAHMI TAMAMI) memberikan amanatnya kepada para pegurus cabang (MPC) Fahmi Tamami Kota Administrasi Jakarta Utara mengenai prinsip perjuangan organisasi antara lain mesti berhati-hati dan waspada terhadap faham-faham pertama yang memisahkan agama dengan negara karena itu bertentangan dengan Pancasila sila pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa”, kedua legalisasi lgbt, ketiga pluralisme menyatakan semua agama sama/benar karena itu sesat dan menyesatkan, dan keempat mereka yang mengkafirkan sesama ummat Islam, kita mesti secara baik-baik dan hikmah memberikan pengertian kepada mereka.

Pelu diketahui FAHMI TAMAMI atau Forum Silaturrahmi Ta’mir Masjid dan Mushalla adalah organisasi masyarakat (ormas) Islam yang didirikan dan diketuai oleh Rhoma Irama. Aktifitas Fahmi Tatami berupaya merangkul berbagai kalangan untuk memakmurkan dan menjaga masjid dari pihak-pihak yang ingin merusak tradisi positif yang telah dijalankan umat Islam didalamnya.

Dilansir dari Wikipedia, Organisasi Fahmi Tamami (Forum Silaturrahmi Ta’mir Masjid dan Mushalla) berdiri pada 22 September 2007 bertepatan dengan 10 Ramadhan 1428 H oleh Rhoma Irama sebagai seorang da’i, bersama tokoh-tokoh Islam lintas Ormas, seperti KH. Hasyim Muzadi dari Nahdlatul Ulama, Dien Syamsuddin dari Muhammadiyah, Da’i sejuta umat KH. Zainuddin MZ, mantan menteri Agama era Orde baru, Tarmidzi Taher, dan Pengasuh Ponpes Al-Mahbubiyah KH. Manarul Hidayah. Fahmi Tamami berdiri dibeberapa propinsi di Indonesia, dan memiliki 200-an perwakilan di tingkat kabupaten/kota.

Fahmi Tamami muncul karena adanya keresahan atas upaya pengambilalihan masjid oleh kelompok Islam radikal.

Sebagai seorang da’i moderat, Rhoma bergerak untuk membentuk Fahmi Tamami setelah mengetahui banyak masjid dan mushalla bahkan Rumah sakit dan Perguruan Tinggi milik Muhammadiyah, NU, dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) ingin dikuasai sekelompok umat Islam yang sering membid’ahkan bahkan mengkafirkan sesama umat Islam. Fahmi Tamami, dibentuk untuk melindungi masjid dan musholah dari intervansi paham salafi-wahhabi dan perpecahan umat Islam. (yamin)