Bambang Saputra : Tragedi Palestina Tanggung Jawab Moral Para Cendikiawan Yahudi

Sungguh merupakan suatu realita bahwa cucuran air mata dunia tidak mampu membendung kebiadaban dan kebengisan militer zionis Israel terhadap penduduk Palestina. Hampir sebulan dan puncaknya selama satu pekan belakang ini, keganasan militer zionis Israel laksana mengiris-iris hati umat manusia sedunia, karena tanpa tedeng aling-aling telah mencederai rasa kemanusiaan.

“Setiap tragedi biasanya ada dalangnya. Demikian pula setiap serangan militer suatu bangsa terhadap bangsa lainnya pasti ada dalang intelektual di belakangnya. Di balik serangan bersenjata berat Israel terhadap penduduk Palestina dipastikan adalah Yahudi. Tatkala dunia sedang berduka atas badai pandemi Covid-19 yang belum diketahui sampai kapan berakhirnya, terjadi pula tragedi bombardir yang cukup mengenaskan di kota suci Yerussalem Palestina di penghujung bulan Ramadhan tahun 2021 ini.” Ungkap Bambang Saputra di bilangan Salemba Jakarta, Senin, 17 Mei 2021.

Adapun yang paling menyedihkan adalah, terjadinya ledakan bombardir di saat kota suci itu dalam nuansa merayakan Idul Fitri bagi umat Islam dan memperingati kenaikan Isa Almasih bagi umat Nasrani sedunia. Maka setidaknya para intelektual atau cendikiawan Yahudi lah yang paling bertanggung jawab atas tindakan yang bukan saja berutal tidak intelek tetapi juga tidak manusiawi.

Sejatinya sengketa antara Israel dan Palestina adalah persoalan politik dan hukum. Maka idealnya diselesaikan secara politik dan hukum internasional, dan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) sangat diharapkan untuk membantu melerai dan menyelesaikan konflik tersebut. Dalam hal ini, secara internal seharusnya cendikiawan Yahudi lah yang memprakarsai perdamaian itu dan mendesak PBB untuk turun tangan.

“Terkait hal ini, yang perlu dikutuk perilakunya bukanlah semata-mata kebiadaban dan kebengisan para militer zionis Israel saja. Akan tetapi atas nama kemanusiaan demi menjaga perdamaian dan kerukunan umat beragama sedunia, sebagai cendikiawan muslim Indonesia saya Bambang Saputra mengutuk keras para cendikiawan Yahudi yang mulutnya tidak menyerukan melarang kebiadaban dan keberutalan yang dilakukan militer zionis Israel itu terhadap penduduk Palestina. Cendikiawan Yahudilah yang seharusnya paling bertanggung jawab terhadap tragedi Palestina atas militer zionis Israel yang menewaskan banyak korban jiwa.” Terang Bambang dengan berapi-api.

Setiap cendikiawan atau intelektual apapun bidang keintektualannya adalah pewaris para utusan Tuhan, yang tugasnya adalah meluruskan kekeliruan umat manusia di muka bumi ini untuk tetap menjaga kesucian fitrah nurani kemanusiaan dalam wujud spiritual dan perilaku yang tidak melampaui batas-batas kemanusiawiannya.

Ketika kebengisan dan kebiadaban militer Israel terhadap penduduk Palestina secara terang-terangan di zaman kecanggihan medsos ini dapat disaksikan oleh seluruh manusia di belahan bumi mana pun, kenapa dan ada apa dengan cendikiawan Yahudi kok seakan main mata dan diam saja.

“Hai Cendikiawan Yahudi tunjukkan sikapmu, mana tanggung jawabmu atas tragedi kemanusiaan ini. Sungguh terkutuk seorang anak manusia di muka bumi ini yang mulutnya diam saja dan membiarkan di hadapan matanya terjadi penindasan manusia atas manusia lainnya, atau penindasan suatu bangsa atas bangsa lain. Praktik pembantaian terhadap penduduk Palestina oleh militer Israel dari waktu ke waktu hampir sudah dapat dikatakan sebagai gnosida, dan ini adalah pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia) berat.” Tutup Cendikiawan Muda yang pernah menerima Piagam Penghargaan pada Peringatan Hari HAM Sedunia dari Kemenkumham RI tahun 2019 lalu.

Jakarta, 17 Mei 2021   (Bambang Saputra – Cendikiawan Muslim Indonesia)

Leave a Reply

Your email address will not be published.