Pengadaan Proyek Jalan Di Jatim Diduga Melakukan Pemalsuan Dokumen

 

Pengadaan Proyek preservasi jalan di Jawa Timur menuai polemik tidak sehat di sejumlah rekanan lelang. Pasalnya proyek yang tengah dikerjakan di beberapa titik, diduga dilakukan pemalsuan dokumen oleh pemenang lelang.

Masalah ini langsung disaksikan oleh peserta lelang Kholis. Menurut Kholis, proyek proservasi jalan tersebut merupakan proyek jalan nasional di beberapa titik jalan, antara lain, di Jalan Probolinggo-Lumajang, dan Turen-Kepanjen.

Beberapa dokumen yang dipalsukan itu di antaranya¬† refrensi kerja dan surat kesanggupan material,” kata Kholis .

Pengadaan Proyek APBN tersebut dikerjakan oleh PT. Mina Fajar Abadi beralamat Jl. Kuala Bagok Dusun Mesjid Gampong Keude Bagok Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur dengan pagu anggaran senilai Rp.  98 miliar.

Pada saat proses lelang, ia menuding dokumen persyaratan lelang tidak begitu diverifikasi saat dikumpulkan. Persyaratan yang tidak diverifikasi, syarat dengan pemalsuan dokumen. Sehingga bisa lolos memenangkan tender.

“PT. Mina Fajar Abadi telah melakukan pemalsuan data kepada Dinas PU Balai Besar Waru, sehingga bisa lolos memenangkan tender,” ujarnya.

Lalu dikatakannya, temuan pemalsuan dokumen tersebut harus ditindak oleh Kementerian PUPR. Sebab apabila hal ini dibiarkan, bakal ada oknum lain yang bakal melakukan perbuatan yang sama.

Dikatakan Direktur Lingkar Studi Pemerintahan Khairul Kalam, mengecam petender proyek yang mencoba bertindak di luar aturan. Pihaknya akan konsisten mengawal kasus proyek hingga masuk ke meja hukum.

“Kesalahan fatal pemalsuan dokumen bisa dijerat pidana. Nanti kita akan kaji kasus ini,” ujarnya. ( John FS/LN )

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *