KKP Latih Masyarakat untuk Tingkatkan Produksi Budidaya

 

 

JAKARTA,  Komoditas Ikan Mas menjadi sorotan bagi masyarakat Kabupaten Aceh Tenggara. Tingginya permintaan untuk konsumsi, membuat nilai ekonomi Ikan Mas kian meningkat. Oleh karena itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM KP) menggelar kegiatan Pelatihan Pembenihan Ikan Mas di Kabupaten Aceh Tenggara pada 11-12 Agustus 2021.

Difasilitasi oleh Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BP3) Medan, kegiatan ini diikuti sebanyak 100 peserta dari pelaku utama sektor kelautan dan perikanan, secara _blended online_ dengan menerapkan protokol kesehatan.

Potensi perikanan air tawar menjadi salah satu komoditas utama di Kabupaten Aceh Tenggara, yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi ikan dengan budidaya ikan air tawar. Hal ini, sebagai bentuk dukungan dalam mewujudkan program prioritas KKP dalam pengembangan perikanan budidaya dan pembangunan kampung-kampung budidaya air tawar.

Pada kegiatan ini, pembenihan Ikan Mas dipilih karena ikan ini memiliki kelebihan yang cukup beragam. Selain pertumbuhannya sangat cepat dibanding ikan air tawar lainnya, Ikan Mas juga mudah dibudidayakan dengan pemijahan secara alami.

Dalam hal ini, Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Puslatluh KP), Lilly Aprilia Pregiwati mengatakan pembenihan Ikan Mas diharapkan tidak hanya berhenti pada kegiatan pelatihan, namun dapat dilakukan menjadi kegiatan yang berkelanjutan.

“Pembenihan Ikan Mas diharapkan dapat membuka inovasi di bidang usaha. Sehingga tidak berhenti pada kegitan pembenihan saja, tetapi juga bagaimana bisa membudidayakan untuk mendapatkan hasil yang baik dan dapat diolah serta dipasarkan,” ujar Lilly.

“Tentunya yang paling utama untuk disiapkan adalah terkait pakan alami,” tambah Lilly.

Pada pelatihan ini, peserta diberikan pelatihan dengan metode kolam tanah. Hal ini karena kolam tanah memilki keunggulan dapat menyediakan pakan alami bagi ikan, seperti cacing atau tumbuhan air yang dapat berkembang subur di dalam kolam.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Anggota DPR RI Komisi IV, M. Salim Fakhry yang juga inisiator pada Pelatihan Pembenihan Ikan Mas. Sebelumnya, ia memberikan bantuan sebanyak satu juta benih ikan mas dan 1.000 ekor indukan di Kabupaten Aceh Tenggara. Ia mengatakan bahwa Kabupaten Aceh Tenggara merupakan sentra produksi ikan air tawar.

“Aceh Tenggara merupakan sentra produksi ikan air tawar, sampai produksinya memenuhi Provinsi Sumatera Utara. Saya berterima kasih kepada KKP karena telah bekerja sama menggelar kegiatan pelatihan ini,” tutur Salim.

Ia menambahkan, tidak hanya jenis Ikan Mas saja yang perlu dikembangkan di Kabupaten Aceh Tenggara namun juga masih banyak jenis ikan air tawar lainnya.

“Selain Ikan Mas ada juga Ikan Nila, Mujair, dan yang paling menjadi ciri khas Kabupaten Aceh Tenggara adalah Ikan Jurung perlu dikembangkan. Menurut saya, khusus masalah Ikan Jurung hendaknya mendapat perhatian. Sepengetahuan kami, Ikan Jurung adalah ikan terbaik di dunia, dan sekarang mengalami kelangkaan,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama turut hadir Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Aceh Tenggara, Abdul Haris, yang menyampaikan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan pelatihan bagi para pelaku utama. Ia juga berharap adanya pelatihan lanjutan.

“Saya berterima kasih dengan diadakannya pelatihan ini. Perlu saya sampaikan bahwa Kabupatrn Aceh Tenggara memiliki kelompok perikanan kurang lebih sebanyak 250 kelompok perikanan. Saya berharap tidak hanya pelatihan budidaya saja, tetapi ada pelatihan terkait pakan karena ini hal yang penting,” ujarnya.

Adanya pelatihan ini mendapat respon baik dari para peserta, salah satunya adalah Kardi Minawarti. Ia menginginkan tidak hanya pelatihan pembenihan saja, tetapi ada kegiatan lain di bidang pengolahan perikanan.

“Setelah saya mengikuti pelatihan ini, sangat banyak ilmu yang didapatkan. Ke depan, saya berharap diadakan pelatihan lanjutan baik untuk budidaya atau pengolahan ikan,” jelasnya.

Harapannya, melalui pelatihan ini mampu meningkatkan keahlian bagi pelaku utama dalam mengelola dan memanfaatkan sumber daya kelautan dan perikanan. Hal ini juga merupakan langkah strategis, yang perlu ditempuh dalam pemanfaatan sumber daya yang berkelanjutan.

*Tingkatkan Produksi Perikanan Lewat Pembesaran Udang*

KKP terus mendorong peningkatan produksi perikanan, baik usaha perikanan air tawar, air payau maupun air laut. Guna mendukung hal tersebut, KKP melalui BRSDM KP menggelar kegiatan Pelatihan Pembesaran Udang di Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara pada 12-13 Agustus 2021.

Difasilitasi oleh BP3 Ambon, kegiatan pelatihan ini diikuti sebanyak 60 peserta yang berada di dua titik yaitu Kecamatan Kabawo dan Kecamatan Kabangka secara daring. Dalam kegiatan ini, para peserta didampingi oleh para penyuluh perikanan dengan rincian tiga penyuluh berada di Kecamatan Kabawo dan tiga lainnya berada di Kecamatan Kabangka.

Kepala Puslatluh KP, Lilly Aprilia Pregiwati menyampaikan, BRSDM KP memberikan pengembangan kompetensi bagi para petambak udang untuk meningkatkan produksi budidaya di Kabupaten Muna. Hal ini sebagai bagian dalam mempersiapkan program pengembangan kawasan budidaya tambak udang terintegrasi.

“Kesiapan Kabupaten Muna sebagai salah satu lokasi percontohan bagi peningkatan produksi udang, khususnya dari kegiatan pembesaran udang dengan sistem pengembangan kawasan tambak terintegrasi,” jelas Lilly.

 

 

 

“Perlu diketahui, pelatihan ini merupakan identifikasi dari lokasi yang rencananya akan menjadi lokasi pelaksanaan program dimaksud, yang menjadi program dari Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) KKP,” tambah Lilly.

Pada pelatihan ini peserta akan diajarkan menentukan kelayakan lingkungan calon lahan, yang didampingi dengan kesiapan lahan dari lokasi budidaya. Tentunya akan ada _treatment_ berbeda dengan kegiatan budidaya udang lainnya pada lahan konvensional.

Lilly mengatakan, keterampilan para petambak dalam meningkatkan produksi usaha sudah dilakukan secara tradisional. “Selama ini para petambak sudah melakukan peningkatan produksi secara tradisional, dan tentunya dengan mengelola pemberian pakan buatan. Dalam kegiatan budidaya biaya utama adalah pakan, saya kira upaya yang harus dipastikan untuk mengurangi biaya pakan dengan mengelola pemberian pakan dengan baik,” jelas Lilly.

Pada kesempatan ini Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Muna, La Kusa merespon baik kegiatan Pelatihan Pembesaran Udang. “Saya mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kepada jajaran KKP yang telah memprogramkan budidaya sebagai salah satu usaha bidang perikanan di Kabupaten Muna. Saya yakin program ini akan meningkatkan taraf kehidupan para pembudidaya,” ujarnya.