ANDREAS WIDODO : 3 POIN KENAPA BANTENG KETATON NGAMUK

 

Jumat 13/11/2020, Banteng ketaton Surabaya mengguncang pilwali Surabaya dipimpin langsung oleh senior pendiri partai pdi perjuangan Mat Mochtar, banteng ketaton mendukung dan sepakat menangkan Paslon MAJU, pada (8/11/2020) di depan posko Pdi Perjuangan Pandigiling.

Turut hadir dalam acara deklarasi Eunike Amy aktivis nasional yang aktif diberbagai kegiatan sosial dan selalu tampil dengan kerudung merah sarinah, dalam kesempatan yang sama Mat Mochtar mengganti kerudung sarinah (kerudung merah khas kader perempuan militan PDI Perjuangan) Eunike Amy dengan kerudung warna pelangi bergambar Machfud Arifin sebagai bentuk persatuan dalam mendukung untuk memenangkan Machfud Arifin Mujiaman.

” Kemenangan no.2 adalah kemenangan Wisnu Sakti Buana, mari kawan-kawan banteng yang terluka dan pernah menjadi anak didik Pak.Tjip dan yang pernah di bantu Pak.Tjip kita bersatu mendukung dan memenangkan Machfud Arifin Mujiaman untuk Walikota Surabaya tanggal 9 Desember coblos nomer.2, ” Tegas Mat Mochtar.

 

Selanjutnya Machfud Arifin bersama Jagad Seno kakak tertua Wisnu Sakti Buana yang saat ini menjabat sebagai wakil walikota Surabaya.
didampingi Andreas Widodo berziarah ke makam mantan sekjen Pdi Perjuangan Ir.Soetjipto Soejono di TPU Keputih Sukolilo,

Tanpa basa basi Jagad Seno menuturkan, kami keluarga besar almarhum Pak.Tjip mendukung Machfud Arifin Mujiaman.
Selasa (11/11/2020). Kandang banteng ambruk dan banteng-banteng ketaton (rerluka) merapat ke paslon nomer.2 Machfud Arifin Mujiaman.

 

 

Kepada fajarmetro.com (13/11/2020) Andreas Widodo yang akrab disapa Romo. Andreas menuturkan,
Ada tiga poin yang ingin saya sampaikan:
1. Banteng Ketaton adalah barisan untuk melawan Risma. Melawan oligarki politik yang sedang di bentuk oleh Risma.
2. Menyelamatkan barisan merah barisan nasionalis khususnya di PDI perjuanagn.

3.Menegakan sejarah perjuangan banteng- banteng merah surabaya yg ingin di hapus oleh Risma.

Andreas Widodo bersama Pasukan banteng yang tegak lurus satu komando tidak takut siapa pun yang datang dan mencoba meredam situasi panas dalam pilwali kota Surabaya.

”  Saya dan kawan-kawan sudah sepakat untuk all out dan memenangkan Machfud Arifin Mujiaman sebagai Walikota Surabaya. Intimidasi dan teror sudah biasa saya alami sejak jaman reformasi dan menjadi banteng pro megawati 1997, ” tutup Andreas Widodo.

Leave a Reply

Your email address will not be published.