Kuasa Hukum Hotel Bintang Baru Janry Luhukay Angkat Bicara Terkait Gaji Dan THR Yang Belum Dibayarkan

Aksi unjuk rasa yang di lakukan sebagian karyawan hotel Bintang Baru di halaman luar Hotel atas THR dan Gaji yang belum dibayarkan pada Jum’at 12/11/21 adalah sah-sah saja.

Karyawan dan Pihak Manajemen Hotel Bintang Baru selama ini tidak bersepakat dalam besaran gaji dan THR yang dibayarkan , sehingga keadaan ini menjadi larut dan berseteru hampir 2 tahun.
Padahal Karyawan yang bekerja di Hotel ini rata rata sudah berkeluarga, dimana mereka punya istri dan anak yang harus dinafkahi.
Hotel Bintang Baru bernaung dengan Perusahaan PT.Praja Cipta Perkasa dengan Notaris Agus Madjid,SH yang beralamat di Jl.Soetomo No.9 Jakarta.

Kuasa Hukum yang ditunjuk pihak Hotel Bintang Baru, Janry Luhukay menjelaskan ,” Terkait ada Tunjangan Hari Raya (THR) tahun 2020 dan Gaji 44 Karyawan yang belum di bayarkan, Bahwa Kami telah sediakan, namun sampai detik ini, Mereka belum ambil.
Ya, ada beberapa karyawan tak setuju dengan kesepakatan tentang pembayaran THR 2020 dan gaji karyawan, Inilah mereka, Melakukan unjuk rasa hari ini, namun hal ini kami juga telah sampaikan ke Disnaker Jakarta Pusat.

” Sebenarnya sejak awal pandemi covid-19 ini Hotel tidak beroperasi selama 6 bulan, dan hotel sempat mengeluarkan biaya operasional dan gaji karyawan 400 juta padahal pendapatan perbulan saat itu hanya 200 juta,” Terang Jenry Luhukay saat ditemui awak media di Lobby Hotel Bintang Baru Jakarta.

Mereka menuntut 100 persen untuk gaji karyawan, padahal pihak manajemen di awal pandemi Covid-19 telah mengeluarkan keputusan untuk yang karyawan yang bekerja hanya dibayarkan gajinya hanya 50 persen perbulannya, sedangkan untuk karyawan yang dirumahkan hanya 30 persen dari gaji yang dibayarkan perbulannya.
Dan untuk THR 2020 Pihak Hotel hanya sanggup memberikan sebesar 25 persen saja.

Sampai detik ini gaji dan THR yang mereka tuntut memang ada, dan jangan lupa ada ketetapan dari disnaker bahwa Upah atau gaji yang dibayarkan , jika perusahan/hotel boleh mencicil selama pandemi covid-19. Ketetapan ini ada saya dengar dari kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker).

Menurut info yang didapat dari aksi unjuk rasa Hotel Bintang Baru, bahwa Gaji yang belum di bayarkan adalah bulan April-Desember 2020 dan Januari-Juli 2022, dan THR bulan Mei 2020 atas 44 karyawan.

” Untuk THR sudah ada keputusan pihak Hotel untuk membayarkan 25 persen saja, dan ini telah lama diketahui semua karyawan saat itu,” Jelas Janry Luhukay.

Ketika ada salah satu karyawan yang sudah memasuki masa pensiun, Jenry Luhukay mengungkapkan, ” Bahwa besaran pesangon telah disediakan, dan saat itu Kami sanggupi untuk dicicil, namun dia kami sayangkan, malah ikut unjuk rasa sampai hari ini”.

” Harapan Saya, ada jalan mediasi yang baik, Kita juga tidak suka ada unjuk rasa, nah bagaimana lagi, masakkan kita berlarut-larut untuk berselisih, jika ini itu diteruskan, memakan waktu,kasihan anak dan istri yang terdampak akibat kasus ini, ” Tutup Janry Luhukay.