Mosi Tidak Percaya APMAM Terhadap Penegakan hukum dan Keadilan di Tubuh Polda Metro Jaya

Aliansi Pemuda Mahasiswa Anti Mafia (APMAM) menggelar konferensi pers di bilangan sebuah cafe daerah Jakarta Timur. Dalam keterangannya Afandi S, Direktur Eksekutif APMAM menerangkan bahwa ada dugaan mafia perdagangan dalam di tubuh Perusahaan Impor Besi yaitu PT baja impor dari Thailand dan china yang di duga dilakukan oleh PT. Gunung Inti Sempurna (GIS) dan PT. Prisma Paramita yang semula produk tersebut ditempeli stiker SNI Siam Yamatoo Steel, namun belakangan di ganti dengan stiker SNI Gunung Garuda dan SNI Gunung Raja Paksi.

Lebih lanjut Afandi S, menjelaskan bahwa APMAM mendapat informasi kasus ini melalui media tentang laporan dengan nomor LP/659/IV/YAN 2.5/2020/SPKT PMJ tanggal 17 juni 2020, tentang dugaan pemalsuan label SNI baja impor dari Thailand dan china yang di duga dilakukan oleh PT. Gunung Inti Sempurna (GIS). yang semula produk tersebut ditempeli stiker SNI Siam Yamatoo Steel, namun belakangan di ganti dengan stiker SNI Gunung Garuda dan SNI Gunung Raja Paksi.

Dari hasil penulusuran APMAM kasus yang sudah ditangani pihak kepolisian ini harusnya menjerat Kimin Tanoto sebagai otak intelektualnya. Namun, informasi yang berkembang APMAM mendapat bocoran informasi bahwa kasus ini sudah masuk ke SP3 dan hal tersebut tidak dapat dibiarkan.

APMAM meminta agar aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus ini dan meminta agar Kimin Tanoto segera diperiksa sebagai bukti bahwa tidak ada tebang pilih dalam kasus perdagangan yang merugikan Negara. Terlebih kasus ini merugikan negara sampai ratusan miliar rupiah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.