KIPRAH PEREMPUAN PARLEMEN “REPRESENTASI KEPEMIMPINAN PADA TONGGAK PEMERINTAHAN DAERAH

Kaukus Perempuan Parlemen Republik Indonesia menyelenggarakan talk show untuk memperingati
Internasional Women’s Day yang jatuh pada tanggal 8 Maret, 2021, bertempat di halaman Gedung Nusantara V MPR DPR RI yang akan berlangsung selama tiga hari sampai dengan tanggal, 15 Maret, 2021.

Dengan Thema Kiprah Perempuan Parlemen “REPRESENTASI KEPEMIMPINAN PADA TONGGAK PEMERINTAHAN DAERAH”
Para pembicara menghadirkan;
Hjh.Nurhayati Monoarfa, Anggota Komisi II, DPR RI dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan dari Jawa Barat IX, Rezka Oktoberia, SE, Anggota Komisi II, DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat dari Dapil II Sumatera Barat, Hjh. Instsiawati Ayus, S.H,M.H, Anggota DPD darii Partai Persatuan Pembangunan mewakili Provinsi Riau dan acara di pandu oleh Moderator Fristian Griec, presenter Berita Rtv, lensa Indonesia Pagi.

Dalam paparan Hjh. Nurhayati, Perempuan Indonesia menjadi anggota di Parlemen sebagai wakil Rakyat dan Berkiprah di dunia politik bukan persoalan mudah meski dari hasil data yang ada, jumlah penduduk perempuan lebih banyak , dan motivasi perempuan Indonesia dengan jenjang pendidikan Strata Satu lebih mendominasi kaum pria, ” sebenarnya sudah sangat mudah untuk menyuarakan terpilihnya banyak perempuan di Parlemen tetapi pada kenyataannya paradigma yang berkembang di masyarakat masih banyak yang menghendaki pemimpinnya datang dari kaum Pria dari pada pemimpin kaum perempuan”. bahwa peran perempuan dipilih untuk memberikan aspirasi dan solusi, Perempuan lebih responsif terhadap berbagai situasi kemasyarakatan, suara perempuan dalam berbagai perjuangan itulah akhirnya diperlukan di parlemen untuk menjadi wakil Rakyat

Perempuan berkiprah dan bisa sukses membutuhkan berbagai dukungan dan sarana dari berbagai pihak. Di keluarga dukungan datang dari suami untuk perempuan menjalankan perannya di parlemen tanpa mengabaikan tugas utama sebagai ibu. Perempuan harus di berikan fasilitas karir dalam kiprahnya mencapai kesuksesan. Sebagai seorang ibu yang mengurus berbagai kepentingan dirumah maka dibutuhkan jam bekerja lebih cepat kembali ke rumah dibandingkan dengan kaum Pria, kaum perempuan perlu fasilitas anggaran untuk karier politiknya.

Rezka Oktoberia dalam sela kesempatan menyatakan, menurutnya Bangsa Indonesia cukup bangga pernah dipimpin oleh seorang presiden perempuan, Megawati Soekarno Putri, dan Saat ini Ketua DPR RI adalah seorang perempuan, Puan Maharani, Di pemerintahan Presiden Jokowi memiliki Lima orang menteri perempuan, Puan Maharani, sementara di Pemerintahan Joko Widodo terdapat lima menteri Perempuan yang berarti kiprah perempuan Indonesia
Hal ini membuktikan bahwa kesetaraan Gender dan Kesempatan bagi perempuan untuk memimpin terus mengalami perkembangan. ” Di Jawa Timur yang begitu heterogen tetapi sukses dipimpin oleh Gubernur Kofifah Indar Parawansa dan Tri Rismaharini sebagai Walikota” tambah Rezka Oktoberia.

Kondisi Demografi Sumatera Barat dengan budaya yang kuat memegang teguh adat istiadat tidak memungkinkan Rezka Oktoberia untuk menemui masyarakatnya hingga malam hari, dengan strategi menggandeng Berbagai jaringan dan organisasi perempuan untuk menjadi jembatan komunikasi dalam menjalankan visi dan misinya, sebagai perempuan Minang yang memahami benar adat budaya harus mampu melihat kondisi di lapangan dengan berbagai kendala bagi seorang perempuan tidak membuatnya patah arang.

Rezka Oktoberia yang juga Ketua Perempuan Demokrat, Sumatera Barat itu mengatakan bahwa perempuan memiliki banyak kemampuan dan bisa menjadi pemimpin, tetapi berbagai dukungan diperlukan terutama dari parpol untuk membuat strategi dengan pembinaan dan pembekalan kepada kaderisasi perempuan, sehingga bagi Kader perempuan yang belum memiliki kesempatan menduduki jabatan bisa mempersiapkan kembali untuk maju menjadi perempuan terpilih, perlunya Kegiatan seminar dengan pembicara para wakil rakyat baik di MPR RI, DPR RI maupun di DPD RI, akan memberikan arahan langsung bagaimana menjadi anggota legislatif dengan strategi dan pengalaman serta mempersiapkan sejauh mungkin sebelum diadakan pemilihan. Begitu juga dirinya setelah menjadi anggota DPR RI masih membutuhkan strategi dengan melihat langsung bagaimana para pimpinan di DPR RI terutama ketua DPR RI, Puan Maharani menjalankan agenda kerja dan pada saat turun ke daerah. Berbagai strategi dalam keanggotaan nya di DPR RI adalah Kesempatan untuk terpilih kembali untuk menjalankan PR (pekerjaan Rumah) terutama menyuarakan hak hak perempuan dan peninjauan terhadap masih tingginya angka kekerasan terhadap kaum perempuan sebagai kendala untuk perempuan bisa maju sebagai pemimpin.

Dr Hjh. Instsiawati Ayus S.H, M.H, didalam menjalankan tugasnya diawali dengan restu suami dan keluarga, serta menjalanka dengan penuh ke iklasan. Menurut Intsiawati Ayus, perempuan memiliki ketelitian dan peka terhadap rasa. “Sekuat apapun menjalankan tugas Perlu kelogowoan jika sesuatu pekerjaan tidak dapat terealisasi dan tidak dapat memuaskan konstituennya” tambah perempuan kelahiran Bengkalis yang menjabat sebagai Anggota DPD RI empat periode sejak tahun 2004 sampai dengan 2024

Berbagi pengalaman kerja, Dr Hjh. Instsiawati Ayus S.H, M.H, mengatakan, untuk menjadi anggota DPD RI sama dengan proses pemilihan menjadi Gubernur yaitu ada dua dapil kota dan kabupaten sesuai dengan UU yang mendukung untuk pemenuhan kuota perempuan sebanyak 30% sebagai perempuan yang berkiprah di dunia politik. Tentunya penuh perjuangan dan sangat membutuhkan dukungan partai politik

Menjadi anggota DPD RI, menurut
Dr. Hjh. Instsiawati Ayus S.H, M.H,
bagaimana membuat regulasi, merancang undangan Undangan, termasuk batal membahas undang-undang pemilu 2021, Ada juga pembahasan pemberdayaan perempuan terutama dari sisi finansial pembinaan UMKM dan berkaitan dengan ruang lingkup pekerjaan Kementerian soasial. Bagaimana perempuan merasa aman dari sisi finansial. “Saya selalu bekerja sama dengan anggota DPR RI terutama dengan Komisi II dengan ibu Hjh. Nurhayati di kamar sebelah untuk membahas berbagai permasalahan” tambah Dr Hjh. Instsiawati Ayus.

Dalil Masing-masing dari kamu adalah pemimpin, menurut Intsiawati tidak disebutkan pemimpin itu adalah laki laki, hal ini dapat dijadikan dasar untuk perempuan agar supaya tidak di diskriditkan dari perilaku kita kaum perempuan yang sudah ekstra bekerja di rumah dan di masyarakat.
” Saya tidak pernah mengganti nomor telpon dan hand phone untuk memudahkan masyarakat menghubungi saya, dan itu adalah bagian dari strategi didalam memudahkan masyarakat untuk memberitahu berkaitan dengan tugasnya sebagai Wakil Rakyat dalam rangka membangun Trust kepada masyarakat yang telah memilihnya” tambah Dr.Hjh. Instsiawati Ayus.
(Contributor : Dyan Jaringan Media Nasional)

Leave a Reply

Your email address will not be published.