UPPPD Tanjung Priok Terbesar Penerimaan Pajak Tahun 2020, HBU Ingatkan Perlunya Mutakhirkan Data Wajib Pajak

Kantor UPPPD Kecamatan Tanjung Priok Jakarta Utara menggelar evaluasi percepatan penerimaan pajak dilingkungan Kecamatan Tanjung Priok pada Selasa (11/8/2020) di Aula Kantor Kecamatan Tanjung Priok.

Kepala UPPPD Kecamatan Tanjung Priok, Budianto memberikan keterangan usai pertemuan wajib pajak di Kantor Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara bahwa dari 19 wajib pajak yang kita undang hadir semua.

“Pencapaian target hari ini sebesar 30 Miliar terpenuhi, dari target pencapaian Jakarta Utara sebesar 2,5 Triliun UPPPD Kecamatan Tanjung Priok telah memenuhi penerimaan PBB sejak Januari-Agustur 2020 sebesar 150 Miliar. Terbesar di Jakarta Utara” Jelas Budianto.

Untuk selanjutnya Budianto bersama tim UPPPD Kecamatan Tanjung Priok akan bergerak “jemput bola” kepada wajib pajak guna percepatan penerimaan pajak di Provinsi DKI Jakarta.

Hasan Basri Umar, anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Nasional Demokrat yang turut hadir selaku wajib pajak menyatakan kepada wartawan fajarmetro.com perlunya pemutakhiran data wajib pajak, karena yang sudah ada terlalu lama tidak di update.

“Contohnya banyak bangunan baru yang muncul atau renovasi yang mestinya kena daftar pajak tapi ini belum tersentuh” kata Hasan Basri Umar.

Diketahui, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara menargetkan penerimaan PBB-P2 senilai Rp 2,599 triliun atau 23,63 persen dari total keseluruhan penerimaan PBB-P2 DKI Jakarta.

Hingga 10 Agustus 2020, tercatat realisasi penerimaan PBB-P2 tersebut telah mencapai Rp 573 miliar atau 22,07 persen dari target penerimaan PBB-P2 di Jakarta Utara tahun 2020. Capaian penerimaan tersebut tercatat lebih tinggi jika dibandingkan dengan kurun waktu yang sama pada 2019 lalu.

Dengan begitu, capaian penerimaan PBB-P2 itu pun menjadikan Jakarta Utara sebagai kota adminitrasi dengan realisasi PBB-P2 ke-dua tertinggi sementara se-DKI Jakarta untuk saat ini.

Sementara itu, Walikota Jakarta Utara Sigit Widjatmoko memberikan apresiasinya kepada wajib pajak melalui Pekan Panutan PBB-P2.

“Hari ini kita melaksanakan kegiatan yang kita kenal dengan istilah Pekan Panutan PBB-P2. Kita lakukan ini sebagai bagian apresiasi kepada teladan (panutan) yang telah melakukan pelunasan kewajiban pajak sebelum jatuh tempo,” kata Sigit saat ditemui di Kantor Walikota Administrasi Jakarta Utara, Selasa (11/8).

Dijelaskannya, kepatuhan pelunasan PBB-P2 ini tidak sekadar bagian tanggung jawab warga negara saja melainkan sebagai aksi kemanusiaan Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB) dalam menghadapi pandemi Covid-19.

(yamin)

Leave a Reply

Your email address will not be published.