Ulang Tahun Aspeksindo Ke-3 Tahun 2020 , Maritim Indonesia Menyongsong New Normal

 

Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan Dan Pesisir Seluruh Indonesia (ASPEKDINDO) merayakan Hari Ulang Tahun nya yang ke 3 di Gedung Kementrian Kelautan & Perikanan (Mina Bahari III) pada hari Senin, 10 Agustus 2020 dengan di hadiri para pemangku jabatan dan beberapa Tokoh Nasional dengan menyesuaikan Protokol Kesehatan di masa Pandemi Covid-19, juga dihadiri beberapa Bupati, Gubernur & Wakil daerah yang masuk dalam keanggotaan Aspeksindo. Adapun pemangku jabatan inti yang hadir adalah :

1. Dr. Edhy Prabowo SE. M.M M.BA (Menteri Kelautan & Perikanan)
2. H. Abdul Gafur Mas’ud. SE (Ketum Aspeksindo & Bupati Penajam Paser Utara)
3. Drs. Sokhiatulo Laoli, M.M (Sekjen Aspeksindo & Bupati Nias
4. Prof. Rokhmin Dahuri. Ms (Dewan Pakar Aspeksindo)
5. Andi Fajar Asti M. PD. M. SC (Direktur Eksekilutif Aspeksindo)
6. Jazilul Farwaid (Wakil Ketua MPR RI)
7. Nono Sampono (Wakil Ketua I DPD RI)

Pelaksanaan kegiatan ulang tahun Aspeksindo yang ke 3 sudah menjadi kewajiban bersama untuk tetap menjalankan protokol kesehatan sebagai wujub dan upaya kita bersama dalam memerangin sekaligus memutuskan rantai virus Covid-19 di negeri kita ini.

Dalam memperingati Ulang Tahun Aspeksindo yang terbilang masih muda di usia yang ke 3 tahun ini, keberadaan Aspeksindo mampu membantu Pemerintah untuk menguatkan Kemaritiman dan membangun wilayah pesisir.

Dalam kesempatan ini, untuk wilayah daerah pesisir dan kepulauan bukan hanya dari segi ekonomi yang harus diperhatikan, tapi tentunya dari segi kesehatan & pendidikan untuk memerangi rantai kemiskinan dan kebodohan diwilayah pesisir.

Bagaimana kita membicarakan tentang perekonomian kalo rakyat kita tidak mengetahui ilmu pengetahuan, begitu juga bagaimana bangsa kita mau melihat bangsa ini menjadi besar dari sektor pesisir dan kelautannya kalo tidak ada ilmu yang diberikan arahan-arahan yang lebih mengenai bidang maritim kepada masyarakat kepulauan dan pesisir ujar Abdur Gafur.

Beliau menambahkan apa yang diprogramkan Aspeksindo kedepan benar-benar terwujud, khususnya dalam menggali potensi daerah pesisir berserta nilai investasi diwilayah pesisir tersebut dapat dioptimalkan dengan baik oleh seluruh daerah yang masuk dalam keanggotaan Aspeksindo. Karna sejatinya Aspeksindo terbentuk guna menangani permasalahan pemerintah daerah di wilayah kepulauan dan pesisir, dimana daerah tersebut dinilai memiliki banyak potensi yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah contohnya potensi wisata dan perikanan.

Banyak potensi yang bisa kita kembangkan kedepan agar wilayah kepulauan pesisir dapat terangkat dari sisi pembangunan khususnya bagi peningkatan ekonomi masyarakat . Untuk itu, melalui kegiatan yang dilaksanakan hari ini diharapkan terbangun kerjasama dan harmonisasi antara pemerintah daerah kepulauan dan pesisir yang saling menguntungkan dalam rangka mendukung suksesnya penyelenggaraan pemerintah daerah yang kuat, sehingga mampu menjadi pilar terwujudnya visi besar sebagai poros maritim dunia, dalam konteks ini tentu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kepulauan dan pesisir yang berkeadilan ujarnya.

Era kenormalan baru (new normal), mau tidak mau harus dihadapi umat manusia akibat pandemi Covid-19 yang hampir menjalar ke seluruh dunia. Organisasi WHO juga telah mengatakan bahwa virus yang diketahui bermula dari Wuhan negara Tiongkok ini tidak akan pernah menghilang dari muka bumi ini selama belum ditemukan obat Vaksin Covid-19 sampai sekarang ini.

WHO akhirnya mengajurkan sebuah gagasan yang disebut New Normal agar setiap negara menjalankannya, hidup berdampingan & mencegah potensi penyebarannya. New Normal sebagai upaya membuka kembali aktivitas ekonomi, sosial dan kegiatan publik lainnya dengan keterbatasan sesuai protokol kesehatan, karena tidak bisa dipungkiri lagi dampak penyebaran virus ini melumpuhkan segala sektor penggerak roda kehidupan umat manusia.

Maritim menjadi salah satu sektor yang terdampak baik dalam perdagangan, ekspor & impor yang sempat loyo, permintaan hasil laut yang tinggi namun harganya malah rendah maupun kebijakan pembatasan juga membuat nelayan kesulitan untuk mencari ikan dilaut.

Memang sejak pertama kali outbreak di Tiongkok sekitar Februari dan Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Indonesia memang terdaftar fluktuasi permintaan dan pengiriman suplai maritim, ekpor impor Indonesia menurun termasuk kegiatan domestik lainnya.

Dalam menyosong era New Normal ada 2 hal juga yang harus diperhatikan Pemerintah dalam hal kemaritiman yang harus hidup, dipikirkan dan dijaga. Pertama adalah sosial ekonomi dan yang kedua adalah soal kesehatan, meski Pemerintah telah melonggarkan pembatasan dan proses ekspor impor mulai berjalan dari pangan, alat kesehatan hingga bahan mentah.

Koordinasi dan kerjasama dalam kenormalan baru di Dunia Maritim menjadi salah satu yang terpenting, perusahaan tidak bisa lagi bekerja secara individual harus saring dengan yang lainnya, karena ada banyak perusahaan kapal yang terpaksa harus mengurangi penggunaan kapal, awak dan juga peralatan lainnya diakibatkan dari Pandemi Covid-19.

Jadi pertarungan dalam New Normal ada 2 hal tersebut yaitu ekonomi dan kesehatan. Tantangannya adalah semua saling mendukung dan bekerja sama dalam menjalankan ekosistem bisnis, misalnya antar pelabuhan mendukung pelayaran, operator logistik, gudang dan sebagainya. Semuanya harus saling kait terkait saling mendukung supaya seimbang di era New Normal ini dibidang Kemaritiman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *