247 Usulan Warga Penjaringan Diteruskan di Tingkat Kota Jakarta Utara

Sebanyak 247 usulan warga Kecamatan Penjaringan masuk dalam pembahasan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kota Jakarta Utara, pada akhir Februari 2020 mendatang. Usulan tersebut merupakan hasil pembahasan Musrenbang yang sebelumnya telah digelar di lima kelurahan.

Camat Penjaringan Depika Romadi mengatakan, hasil Musrenbang lima kelurahan yang ada di Kecamatan Penjaringan menghasilkan sebanyak 363 usulan. Namun mengerucut menjadi 247 usulan yang akan dibahas pada Musrenbang tingkat kota nanti, dengan total rencana anggaran senilai Rp 73 miliar.

“dari 363 usulan yang masuk dari lima kelurahan, sebanyak 247 usulan diteruskan pada pembahasan Musrenbang tingkat kota. Sisanya empat usulan masuk dalam anggaran tahun ini (2020), 44 usulan berstatus menunggu, dan 68 usulan ditolak,” kata Depika, saat ditemui di Kantor Kecamatan Penjaringan, Selasa (11/2).

Dirincinya, 247 usulan yang diteruskan pada Musrenbang tingkat kota itu terdiri dari 12 usulan hasil Musrenbang Kelurahan Kamal Muara dengan total anggaran senilai Rp 1 miliar, 41 usulan hasil Musrenbang Kelurahan Kapuk Muara dengan total anggaran senilai Rp 5 miliar, 62 usulan hasil Musrenbang Kelurahan Pejagalan dengan total anggaran senilai Rp 27 miliar, 100 usulan hasil Musrenbang Kelurahan Penjaringan dengan total anggara senilai Rp 37 miliar, dan 32 usulan hasil Musrenbang Kelurahan Pluit dengan total anggaran senilai Rp 3 miliar.

“Sedangkan usulan untuk UKPD (Unit Kerja Perangkat Daerah) terdiri dari Sudin Sumber Daya Air (SDA), Sudin Bina Marga, Sudin Pemuda dan Olahraga, Sudin Perhubungan, Sudin Kebudayaan, Sudin Perpustakaan dan Kearsipan, Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan, Sudin Pendidikan Wilayah 1, dan Sudin Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi. Ada juga untuk Pusat Pelatihan Kerja Khusus Pengembangan Las, dan Puskesmas Kecamatan Penjaringan,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Kota Jakarta Utara Desi Putra mengungkapkan, apresiasi terhadap warga yang telah mengusulkan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam rencana pembangunan ini. Meskipun kuantitas usulan tersebut masih lebih sedikit dibandingkan usulan pembangunan infrastruktur.

“Saya melihat Musrenbang Kecamatan Penjaringan ini masih banyak usulan infrastruktur, pembangunan sarana dan prasarana seperti penambahan atau perbaikan pompa. Namun di satu sisi kita berharap juga ada usulan berupa soft skill. Jadi bagaimana warga punya keterampilan, punya suatu kelebihan,” ungkapnya.

Sementara Kepala Suku Badan Perencanaan Pembangunan Kota Jakarta Utara Hidayat Budiawan menerangkan, Musrenbang 2020 lebih mengedepankan kualitas dibandingkan kuantitas usulan. Hal ini tentunya berdampak positif pada efektifitas usulan yang diajukan.

“Pedoman kami untuk Musrenbang tahun ini yakni satu RT satu usulan jadi lebih efektif. Tapi bukan berarti mengunci satu RT satu usulan karena bisa mengusulkan dengan jenis usulan sama dengan RT lain. Dengan begitu secara kuantitas memang menurun, tapi kualitas usulan lebih baik,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.