Bentuk Agen Pemulihan Korban Salah Guna Narkotika BNN Jakut Galang Unsur Masyarakat.

Dalam Rapat Koordinasi BNN Jakarta Utara yang digelar pada Selasa (10/3/2020) bertempat di Hotel Luminor, Mangga Besar Jakarta Kepala BNN Kota Jakarta Utara AKBP Bambang Yudistira dalam keterangannya kepada media mengatakan akan dibentuk elemen agensi paska pemulihan yang diambil dari unsur masyarakat sebanyak 10 orang.

pop

10 Agen Pemulihan dipilih dari tiga kelurahan di Jakarta Utara yaitu Kelurahan Sunter Jaya, Tanjung Priok, dan Pademangan Barat.

Mereka terdiri dari tokoh masyarakat, Karang Taruna, kader Penggerak Kesejahteraan Keluarga (PKK), relawan atau penggiat anti narkoba, dan mantan pecandu narkoba yang sudah pulih.

“Mereka memiliki tanggung jawab untuk lebih serius melaksanakan tugas agar Jakarta Utara terbebas dari penyalahgunaan Narkotika,” kata Bambang saat dikonfirmasi, Selasa (10/3).

 

Kepala Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Kota Jakarta Utara dr. Novianti menjabarkan, Agen Pemulihan diberikan tugas mulai dari penjangkauan, mendeteksi dini, menemukan, hingga merujuk pecandu narkoba untuk direhabilitasi.

Bahkan Agen Pemulihan ini juga bertanggungjawab memonitor perkembangan mantan pecandu narkoba setelah kembali ke lingkungan masyarakat.

“Untuk rujukan rehabilitasi bisa ke Klinik Pratama BNNK Jakarta Utara, Puskesmas rujukan seperti Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading dan Tanjung Priok, dan Rumah Sakit Pusat Infeksi Prof. DR Sulianti Saroso,” jelasnya.

Selain mengantongi Surat Keputusan Lurah, dipastikannya Agen Pemulihan juga dibekali materi seputar Narkotika. Meski begitu Agen Pemulihan tetap mendapatkan pendampingan dari petugas BNNK Jakarta Utara.

Untuk dapat bertahan hidup di lingkungan masyarakat, BNNK Jakarta Utara juga menyiapkan program keahlian bagi mantan pecandu Narkotika. Program tersebut merupakan bentuk kolaborasi dengan Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jakarta Utara, Balai Latihan Kerja Jakarta Utara, dan Pusat Pelatihan Kerja Daerah Jakarta Utara.

Ditambahkan, secara teknis yang dapat di rehab itu adalah murni pengguna atau pecandu bukan pengedar atau bandar, itu akan dibuktikan melalui rekam jejak yang ada di kepolisian.

“Untuk mengikuti program rehabilitasi ini sangat mudah dan pastinya gratis. Pecandu atau keluarga pecandu bisa datang ke tempat rehabilitasi kami atau lokasi lain yang sudah kami tunjuk,” tutupnya.

Dalam program ini kami harapkan mereka lebih aktif dan efektif untuk masuk kedalam lingkungan sendiri, kalau selama ini resistenainya cukup besar jika yang masuk fihak petugas BNN atau Kepolisian.

Agen ini bekerja secara perlahan masuk kelingkungan mereka memberikan edukasi kepada warga dampak bahaya penyalahgunaan narkotika, jangan sampai saudara atau keluarga kita terkena dampaknya bagi yang belum dan bagi yang sudah segera bawa ketempat rehabilitasi. jelas Bambang.

Bagi agen yang dalam kinerjanya kurang baik atau tidak peduli terhadap kondisi masyarakat akan dikenakan sangsi sosial, karena program ini dari masyarakat oleh masyarakat dan untuk masyarakat. Kita berharap untuk Jakarta Utara yang lebih baik.

Selain itu, tambah Bambang bagi para pengedar atau bandar akan diberikan tindakan yang cukup tegas dimana kami akan melakukan operasi bekerja sama dengan fihak kepolisian dari Polres Metro Jakarta Utara.

Pemerintah Kota Jakarta Utara yang diwakili oleh Cut Ali, menyatakan apresiasi kepada BNN Kota Jakarta Utara dengan adanya program paska pemulihan dari korban salah guna narkotika, ini mampu menjakau masyarakat yang terkena dampak penyalahgunaan narkotika, dan semoga dapat sampai pulih sedia kala.

Dikatakan selanjutnya oleh Cut Ali, Pemerintah Kota Jakarta Utara akan mensosialisasikan program ini melalui Sudin Kesehatan guna lebih teredukasi kepada masyarakat.

 

(y/t)

Leave a Reply

Your email address will not be published.