Memperingati Hari Olahraga Nasional, Sambut PON XX Di PAPUA

Olahraga secara umum dapat dimaknai sebagai salah satu aktifitas fisik maupun psikis seseorang yang berguna untuk menjaga dan meningkatkan kualitas kesehatan seseorang. Manusia pada hakikatnya telah melakukan olahraga semenjak awal peradaban dimulai. Olahraga dan Masyarakat merupakan sesuatu yang tidak terpisahkan.

Olahraga dalam dimensi formalnya terbentuk secara sistematis yang kemudian menjadi system aturan yang melingkupi pola dan gerakannya, serta menyubang terbentuknya hubungan sosial. Olahraga mengandung Nilai-nilai inheren budaya dalam masyarakat, maka olahraga tidak hanya dapat dilakukan secara individu ataupun kelompok, tetapi dapat juga diselenggarakan oleh Negara dalam bentuk pertandingan sehingga terakomodir secara rapih dan terukur.

Pekan Olahraga Nasional (PON) lahir dari sebuah proses dimana bangsa Indonesia gagal mengikuti olimpiade 1948 di London dengan alasan Indonesia belum tergabung dalam federasi internasional, dan kemudian ada juga alasan bahwa inggris sebagai tuan rumah menolak tiket Indonesia kecuali bergabung dengan kontingen Belanda. Maka pada saat itu demi menjaga semangat keolahragaan warga Negara maka Persatuan Olahraga Republic Indonesia (PORI) mengadakan Konferensi darurat yang memutusakan untuk diadakannya PON I di solo pada 8-12 September 1948 dua (2) tahun sekali. Acara olahraga akbar itu disambut meriah oleh segenap masyarakat di tengah belum stabilnya kondisi politik Indonesia.

Pada PON XX di Papua 02-15 Oktober 2021 memilih tema “Torang Bisa” membawa kita pada keyakinan optimisme semangat akselerasi bangkitnya bakat para pemuda di cabang-cabang olahraga untuk siap berkompetisi di tengah pandemic covid 19 yang kemudian ini menjadi tantangan besar bagi segenap pemerintah Pusat, Daerah dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) sebagai Panitia Pelaksana PON.
Dengan segala instrument yang digerakkan mulai dari infrastruktur, transportasi, teknis lapangan, pengaturan pengetatan disiplin protocol kesehatan dan kemudian factor keamanaan serta melindungi masyarakat dan para peserta dari penyakit malaria, maka PON XX ini tentunya suda siap secara utuh dimana sejak 2020 tertundan karena pertimbangan pandemic covid 19.

Kembali pada pembahasan tema PON XX “Torang Bisa” yang cukup sarat dengan makna, menurut kami ini adalah isyarat bahwa dalam perjalanannya kita pernah ditolak untuk menjadi salah satu kontingen olimpiade di inggris, ini mejadi kebangkitan kembali mengetuk olahraga dunia untuk bisa masuk sebagai peserta olimpiade dengan semangat “Torang Bisa” dan bumi cendrawasi mejadi titik perjumpaan para peserta cabang olahraga di 34 provinsi yang ada di Indonesia.

Dengan adanya PON XX di papua ini tidak terlepas dari wujud perhatian Presiden Joko Widodo secara serius soal akselerasi pembangunan Papua yang selama ini terkesan lambat. Maka kami yang tergabung dalam Komite Generasi Muda Timur Indonesia (KOGAMTI) sangat mengapresiasi dan bertetimakasih terselenggaranya PON XX di Papua.

Dan tak lupa kami Ucapkan terimaksih kepada Kemenpora telah mendukung pekan olahraga akbar ini yang sejatinya tidak mudah dilaksanakan di tengah kondisi pandemic Covid 19 melanda dunia termasuk Indonesia serta para panitia (KONI) yang telah bekerja keras memperisapkan pelaksanannya sesuai apa yang diharapkan.