KKP Gelar Temu Lapang Budidaya Pakan Cacing Sutera

JAKARTA, Harga pakan sebagai komponen terbesar, sekitar 60-80%, dalam kegiatan budidaya perikanan dirasa sangat tinggi oleh masyarakat pembudidaya. Untuk itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berupaya melakukan pemenuhan kebutuhan pakan ikan, dalam rangka mendukung pencapaian target produksi perikanan budidaya nasional. Melalui Gerakan Pakan Ikan Mandiri (Gerpari), KKP terus mendorong produksi pakan mandiri guna menekan biaya penggunaan pakan pabrikan. Salah satu alternatif pakan mandiri yang dapat digunakan adalah cacing sutera.

Melalui Badan Riset Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM), KKP menggelar kegiatan Temu Lapang Percontohan Penyuluhan Perikanan Budidaya Cacing Sutera dengan Wadah Bertingkat di Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara, secara blended online, awal November 2021 lalu.

Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka mendukung program prioritas yang menjadi terobosan KKP, khususnya pada program nomor dua dan tiga. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menetapkan tiga program prioritas KKP, yaitu peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari subsektor perikanan tangkap melalui kebijakan penangkapan terukur, peningkatan produktivitas komoditas budidaya berorientasi ekspor yang didukung hasil riset kelautan dan perikanan, serta pembangunan kampung-kampung budidaya berbasis kearifan lokal.

Plt. Kepala BRSDM Kusdiantoro menyampaikan, “Kegiatan percontohan penyuluhan ini adalah suatu hal yang baik untuk mendukung perkampungan budidaya ikan hias di Kabupaten Deli Serdang, agar bisa terus berkembang karena sejalan dengan program yang sudah disampaikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan di sektor kelautan dan perikanan dalam membangun kampung perikanan budidaya yang salah satu penentunya adalah ketersediaan pakan.”

Kegiatan tersebut merupakan program kegiatan percontohan yang dilakukan Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Puslatluh KP) BRSDM melalui Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Medan. Kegiatan ini mulai dikembangkan pada bulan Juni hingga Oktober 2021 di Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mawar. Pada kegiatan percontohan budidaya cacing sutera, telah menghasilkan panen cacing sutera sebanyak 14,75 liter dengan teknologi wadah bertingkat.

Kepala Puslatluh KP Lilly Aprilya Pregiwati mengatakan, keberhasilan pada kegiatan percontohan ini diharapkan dapat diadopsi oleh masyarakat pelaku usaha perikanan lainnya.

“Keberhasilan pada kegiatan percontohan penyuluhan ini adalah apabila hal yang sudah dilakukan bisa diadopsi dan bisa dicontoh oleh para pelaku utama atau pelaku usaha yang ada kaitannya pada budidaya cacing sutera. Karena di Kabupaten Deli Serdang ini, masyarakatnya mayoritas sebagai pembudidaya ikan, maka jika dikembangkan dengan baik tentunya akan menekan biaya produksi pada pakan pabrikan dan juga dapat menambah penghasilan,” ujarnya.

Lilly juga menambahkan, keberhasilan ini tak lepas dari peran penyuluh perikanan yang setia mendampingi para pelaku usaha dalam mengembangkan budidaya cacing sutera dengan wadah bertingkat.

“Tentunya kegiatan ini tidak terlepas dari peran penyuluh kita, yang berhasil mendampingi para pelaku usaha. Mereka memiliki kemampuan untuk dapat memberikan perubahan, atau biasa kita sebut sebagai agen perubahan yaitu bagaimana hal yang tidak diketahui para pelaku usaha ini, mengetahui teknologi rekomendasi ini,” tambahnya.

Menurutnya, kegiatan percontohan ini, bertujuan untuk mendisemenasikan teknologi perikanan yang tepat guna dan berhasil guna, sesuai kebutuhan sasaran penyuluhan dalam rangka meningkatkan produksi di bidang perikanan budidaya.

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi yang baik dari Pemerintah Daerah. Salah satunya disampaikan oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Deli Serdang yang diwakili Julman Sihombing. Ia berharap, kegiatan temu lapang percontohan penyuluhan ini dapat diselenggarakan secara berkelanjutan.

“Kami dari Dinas Perikanan Kabupaten Deli Serdang mengucapkan terima kasih kepada pihak KKP yang telah menggelar kegiatan di Desa Karanganyar. Mudah-mudahan acara ini tidak berhenti disini, dan dapat bermanfaat bagi masyarakat Desa Karanganyar, serta dapat meningkatkan pendapatan pelaku usaha. Karena kita ketahui, kebutuhan cacing sutera untuk usaha pembenihan perikanan sangat dibutuhkan,” jelasnya.

Selain itu, apresiasi juga disampaikan oleh Sekretaris Camat Beringin Iskandar Siregar. Ia berharap kegiatan ini dapat diadopsi oleh masyarakat pelaku perikanan lainnya.

“Saya mengucapkan terima kasih serta mengapresiasi, atas terlaksananya kegiatan ini. Kita semua berharap kepada semua Pokdakan, melalui kegiatan temu lapang ini dapat memberikan pengurangan biaya pakan yang selama ini kita keluarkan. Mudah-mudah ini dapat ditularkan kepada Pokdakan lain,” ucapnya.

Melalui kegiatan percontohan ini, diharapkan penerapan inovasi teknologi percontohan penyuluhan budidaya cacing sutera dengan wadah bertingkat, dengan mudah dapat diaplikasikan oleh pembudidaya di sekitar lokasi percontohan. Hal tersebut untuk mendukung peningkatan produksi perikanan serta peningkatan kesejahteraan pelaku utama. (BRSDM)