Akses Simpang KODAU BEKASI di TUTUP, Warga dan para Pengguna Jalan Kebingungan dan ‘MARAH’ ?

 

KOTA BEKASI — Ada dugaan akibat kurangnya koordinasi antar pihak Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi dan petugas dilapangan, menyebabkan Arus Lalu lintas Crowdied dengan adanya proyek pengerjaan pengecoran jalan Simpang (Pertigaan) KODAU, Pondokgede Kota Bekasi Jawa Barat.

“Lokasi kegiatan pekerjaan tepatnya di Jl Raya Jatikramat (arah Jatiasih) – Jl Raya Jatimakmur (arah Pondokgede) – Jl. Raya KODAU (arah Kranggan) dan kegiatan penutupan akses jalan utama itu diduga seperti tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu kepada petugas lalu lintas,” kata AR (39) seorang warga Jatimakmur yang berada dilokasi proyek, ketika memberikan keterangannya.

 

 

AR mengatakan, bahwa pengecoran jalan dilakukan oleh pihak Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi. “Proyek perbaikan jalan tersebut yang dikatakan telah melalui sosialisasi, namun koordinasi sepertinya tidak berjalan apalagi tidak adanya aparat kepolisian (lantas), sehingga kemacetan tak dapat dihindari,” tuturnya kepada wartawan pada, Sabtu (07/11/2020) siang.

 

AR dalam penuturannya menjelaskan bahwa pada pukul 07.00 WIB pagi terjadi penutupan jalan diruas pertigaan Kodau Jatimakmur Pondokgede, Kota Bekasi. “Padahal kondisi lalu lintas tengah sangat padat, akibatnya macet total dari semua arah dari dampak penutupan jalan utama itu,” kata AR.

“Imbasnya masyarakat pengguna jalan beserta warga sekitar kebingungan mencari arah tujuan jalan baik dari arah Pondokgede ke Jatiasih ataupun sebaliknya serta dari Kodau menuju arah Kranggan, Jatisampurna (Alternatif Cibubur),” ulasnya.

 

 

Ratusan pengendara yang akan melewati akses ‘Pertigaan KODAU’ tampak kebingungan ketika mengetahui adanya penutupan jalan di lokasi. Di lokasi hanya terpasang tanda ‘Mohon Ma’af’ tanpa adanya petunjuk pengalihan arus lalulintas, dan pengendara disarankan mencari jalan alternatif lain.

Di dekat lokasi, warga membantu mengarahkan kendaraan ke Jl Bima, Jatikramat Namun rupanya, Jalan tersebut menembus perumahan penduduk di Perumahan Jatikramat Indah Estate, tembus ke Jl Raya Jatikramat Indah II dengan akses jalan yang sangat sempit. Karena akses tersebut hanya dapat dilalui satu mobil saja.

Sejak pukul 09.15 WIB, perumahaan yang biasanya sepi, kini disesaki ratusan kendaraan yang mencari jalan ke arah Pondokgede dan sebaliknya (Jatiasih), maupun yang akan menuju Kranggan, Jatisampurna. Akibatnya, kendaraan dari kedua arah bertemu sehingga mengakibatkan kemacetan parah pun terjadi di tengah perumahan warga.

Ketika dipertanyakan ke pihak Dishub (Dinas Perhubungan) mengapa tidak dilakukan rekayasa lalu lintas (Lalin), ternyata didapati informasi belum ada koordinasi baik pihak PUPR maupun kontraktor dilapangan.

“Akibat hal ini, imbasnya masyarakat dan warga sekitar dibuat pusing untuk mencari jalan alternatif karena tidak adanya informasi dari pihak terkait mengenai rekayasa lalin pada saat terjadi penutupan jalan. Sungguh minim informasi dan koordinasi pihak terkait dilapangan,” ungkap AR.

 

 

“Sempat terjadi perdebatan antara lurah dan RT dilingkungan karena arus lalin yg sangat crowdied pihak lurah memaksa pihak perumahan untuk membuka akses portal. Sempat terjadi perdebatan karena memang lingkungan komplek bukan jalan umum, meskipun akhirnya terjadi kesepakatan bahwa Jl akses warga hanya boleh dilalui oleh kendaraan roda dua (sepeda motor) saja,” pungkasnya.

Dilain sisi, awak media pun kesulitan untuk meminta konfirmasi kepada pihak DBMSDA maupun kontraktor (pelaksana) terkait hal ini. Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Widayat Subroto Hadi saat dihubungi via sambungan telepon selulernya tidak terkoneksi dengan baik. Ronald yang merupakan pegawai dinas Bina Marga ketika dihubungi warga pun menjelaskan hanya bersifat Normatif. Selain itu, dapat dipastikan untuk hari kedua lalu lintas diperkirakan berantakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.