Pengedar Narkoba Jenis Sabu Di tangkap Di Wilayah Koja-Cilincing Jakarta Utara

Pengedar sabu-sabu, Denny Alamsyah (35), ditangkap di wilayah Koja, Jakarta Utara. Denny ditangkap dengan barang bukti 10 kg sabu.

“Pengedar sabu berinisial DA, kami tangkap pada Sabtu (27/7),” ujar Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Budhi Herdi Susanto saat jumpa pers di Mapolres Jakarta Utara, Selasa (6/8).

Budhi mengatakan penangkapan itu berawal dari adanya aduan pemilik kos yang ditempati tersangka. Pemilik kos merasa curiga karena sejak menyewa pelaku tidak menempati kamarnya. Selama 2 hari ditunggu, si penyewa tak kunjung datang setelah melunasi sewa.Kedatangan pelaku hanya menaruh satu koper dan meninggalkan lokasi.

“Adanya laporan dari masyarakat yang curiga terhadap orang yang mengekos atau menyewa kamar di kos-kosannya, disampaikan bahwa setelah menerima ataupun bayar uang kontrakan tersangka hanya memasukkan barang dan tidak kembali ke kamarnya sehingga pemilik kosan merasa curiga,” jelas Kombes Budhi.

Setelah identitas diketahui, polisi melakukan pencarian dan menemukan tersangka di sebuah tempat kos di wilayah Cilincing, Jakarta Utara. Polisi lalu menemukan barang bukti sabu 2 kg.

“Setelah di cek indetitas akhirnya polisi menemukan tempat tinggal dan keberadaan tersangka di Cilincing. Setelah dilakukan penggeledahan tersangka ditemukan barang bukti seberat 2 kg sabu yang sudah dibungkus dengan bungkusan siap edar masing masing sebanyak 100 gr,” tambahnya.

Kemudian ketika dilakukan penggeledahan di kosannya di Koja, juga ditemukan barang bukti sabu seberat 8 kg. Budhi menjelaskan tersangka ini kerap berpindah kos-kosan untuk menyimpan sabu.

“Akhirnya polisi juga cek ke tempat kos di Koja yang awal ini, setelah digeledah ternyata di tempat kos yang warga curiga tadi menemukan sabu sebesar 8 kg yang dibungkus perpaket 1 kg, jadi tersangka ini memang selalu pindah-pindah untuk simpan barang,” tuturnya.

Polisi mengamankan tersangka dengan total barang bukti 10 kg sabu, sebuah mobil Toyota Altis, 3 kunci kamar kosan, 4 handphone,kwitansi sewa kosan serta alat timbangan.

Menurut warga Pelaku terlihat sudah menempati wilayah kos-kosan kurang lebih 6 bulan.

“Atas perbuatannya maka tersangka dijerat pasal 114 ayat 2 sub pasal 112 dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup”, terang Kombes Budhi.

Saat ini belum ditemukan tersangka lain terkait penangkapan DA, dan kami masih terus mengembangkan kasus ini, apakah ada terlibat jaringan pengedar narkoba luar negeri.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *