Terkait Virus Corona (Copid 19), IABIE Harapkan Masyarakat Indonesia Waspada Dan Jangan Panik

Wabah Virus Corona yang bermula dari Wuhan, China, kini sudah menyebar ke berbagai negara, termasuk Indonesia dan belum lama ini ada dua warga Depok, diumumkan oleh Presiden Joko Widodo dirawat di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara positif terjangkit virus covid-19.

Untuk itulah Ikatan Alumni Program Habibie (IABIE) mengajak kepada segenap masyarakat Indonesia untuk lebih sigap dan waspada untuk menghadapi segala macam kemungkinan terkait dengan berjangkitnya virus Corona (Covid-19).

Dr Telly Kamelia, SpPd, KP selaku Anggota Dewan pakar IABIE, Dokter  konsultan paru penyakit dalam, staff ahli divisi respirologi dan penyakit kritis dan Dep.Ilmu Penyakit Dalam Fak.kedokteran UI mengatakan, “Covid-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh severe acute respirator syndrome – coronavirus -2 (SARS-CoV-2)”.

” Salah satu virus dalam famili coronaviridae yang pada awalnya menunjukan gejala influenze-like-illness yaitu deman, batuk, pilek, nyeri tenggorokan dan dyspnea (sesak napas), “ujar Dr Telly pada saat press conference di Kantor Euro Management, Jakarta, Jumat (06/03).

Kategori seseorang yang dikatakan terinfeksi SARS-CoV-2 harus memiliki riwayat gejala seperti yang disebutkan dan memiliki riwayat perjalanan ke negara terjangkit pada 14 hari terakhri sebelum timbul gejala tersebut, kata Dr Telly.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi melihat kejadian adanya virus Corona di Indonesia meminta masyakarat membeli kedua barang tersebut guna melindungi diri dari virus Corona yaitu hand sanitizer dan masker.

“Tujuan dari hand sanitizer ataupun cuci tangan adalah supaya tangan kita tetap bersih. Kendati cuci tangan maupun pengguna hand sanitizer tidak membunuh kuman secara seratus persen tetapi kita mengurangi prevalensi masuknya bakteri ke mulut kita,” kata Dr. Telly.

Karena dengan meminimalisasi masuknya bakteri ini, mampu mengurangi risiko kita terkena penyakit yang akan menurunkan kemampuan sistem imunitas, tuturnya.

Untuk saat ini belum ada obat atau antivirus untuk melawan Corona selain imun dalam tubuh manusia itu sendiri tetapi minimal dengan cuci tangan itu menurunkan kuman di tangan, ungkap Dr Telly.

Disisi lain, Eddy Iskandar selaku anggota Dewan Pakar IABIE sekaligus Chairman ICEP mengatakan, “Kita tidak perlu merasa takut walaupun virus corona belum ada obatnya, kita harus optimis karena setia penyakit ada obatnya dari sisi Allah subhanahu wa ta’ala.”

” Jadi jangan cemas, takut bahkan panik”, harap Eddy.

Lebih baik yang kita perbaiki adalah pada pola makan kita, pola hidup serta pola pikir dan senantiasa berdoa karena hanya Allah yang mengizikan segala sesuatunya terjadi, tambah Eddy.

Saya akan memberikam tips sederhana untuk memperkuat imunitasi tubuh kita dengan menggunakan EFT (Emotional Freedom Techniques) dengan tapping (ketuk secara ringan dengan 2 ujung jari) titik-titik Thumb yang insha Allah dapat membantu menetralkan energi negatif, menyelaraskan energi, mendukung penyembuhan dan kesehatan yang prima dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh, tutur Eddy.

Lakukan langkah-langkah tersebut berulang kali sampai kita merasa nyaman, semoga tips sederhana ini dapat membuat kita lebih nyaman dan senantiasa dalam perlindungan Allah SWT, ujar Eddy menutup acara prescon.

Leave a Reply

Your email address will not be published.