Sebelum dan Usai Tugas, Suhu Tubuh Petugas PPSU Kelurahan Sunter Jaya Dicek

Kelurahan Sunter Jaya menerapkan protokol kesehatan bagi petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) guna mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19). Selain rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, kini suhu tubuh setiap petugas pun dicek.

Lurah Sunter Jaya Sahroni mengatakan, suhu tubuh 131 petugas PPSU rutin dicek menggunakan thermo gun sebelum dan usai bertugas. Penerapan salah satu protokol kesehatan ini sebagai langkah pencegahan penyebaran COVID-19 pada petugas.

“Kami terapkan ini agar kesehatan petugas PPSU terpantau. Setiap mereka absen masuk dan pulang kami cek menggunakan thermo gun,” kata Sahroni, saat dikonfirmasi, Senin (6/4).

Jika kedapatan bersuhu tubuh lebih dari 37,5 derajat selsius, dijelaskannya petugas ditujuk untuk segera berobat ke pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Sunter Jaya 1 atau 2.

Hasil pemeriksaan dokter puskesmas nantinya menjadi bahan rekomendasi petugas untuk beristirahat di rumah atau kembali dirujuk ke rumah sakit lain.

“Pertama kami rujuk dahulu petugas yang bersuhu tubuh tinggi. Setelah itu keputusannya sesuai dokter di sana,” jelasnya.

Tak hanya itu, dipastikan seluruh petugas PPSU wajib menggunakan alat pelindung diri seperti masker maupun sarung tangan saat bertugas.

Satu petugas PPSU Kelurahan Sunter Jaya berinisial CM (53) harus diistirahatkan di rumah karena berusia 53 tahun dan memiliki kadar glukosa tinggi.

“Kalau ada petugas yang kedapatan tidak menggunakan masker maka akan kami beri peringatan. Ini demi kebaikan bersama mencegah penyebaran COVID-19,” tutupnya.

Diketahui, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara mengeluarkan Surat Edaran Nomor 9/SE/2020 Tentang Penyesuaian Sistem Kerja Penanganan Prasarana dan Sarana Umum Dalam Upaya Pencegahan Penyebaran COVID-19 Di Lingkungan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara.

Dua poin utama dalam surat edaran ini yakni para lurah melaksanakan penyesuaian sistem kerja petugas PPSU dengan 11 ketentuan dan melaporkan pelaksanaan tugas kepada Wali Kota melalui para Camat Kota Administrasi Jakarta Utara.

Dalam poin pertama, ketentuan penyesuaian sistem kerja petugas PPSU yaitu meniadakan apel, memperhatikan jaga jarak sosial dan fisik, petugas di atas usia 50 tahun, hamil, menyusui, hipertensi, jantung, penyakit paru ataupun penyakit dengan resiko tinggi lainnya agar diberikan waktu libur sementara, mengingatkan petugas mencuci tangan dengan sabun dan hand sanitizer, bertugas dengan dilengkapi masker dan sarung tangan, meniadakan pekerjaan kuras saluran.

Serta melaksanakan tugas penyemprotan disinfektan lengkap dengan alat pelindung diri (APD), pelaksanaan pekerjaan, penyapuan dan pengangkutan sampah tetap dilakukan dengan jam kerja normal, memperhatikan kesehatan bekerjasama dengan Puskesmas tingkat kelurahan atau kecamatan, mengatur jam istirahat dan waktu libur, dan mengatur piket sebagai bagian dari tim siaga bencana tingkat kelurahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.