PERINGATI HARI BURUH INTERNASIONAL (MAYDAY) 2019 TKBM PELABUHAN TJ. PRIOK BERSATU PERJUANGKAN HAK BURUH MENUJU SEJAHTERA

Dalam rangka hari buruh internasional yang jatuh pada tanggal 1 Mei TKBM Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta gelar acara memperingati hari buruh internasional (mayday) pada Rabu (1/5/2019) bertempat di halaman kantor Koperasi KS TKBM Pelabuhan Tanjung Priok.

Mawi ketua panitia, membuka acara beberapa hal disampaikan, telahbekerja sama dengan beberapa fihak terkait hari mayday,

Apa yang telah dicapai pada saat ini adalah hasil kerja keras Ketua TKBM dengan bantuan dari APBMI. Tidak ada perhatian dari pihak Pelindo ll, dan sesuai janji Kapolres KP3 untuk memediasi pertemuan dengan Dirut Pelindo ll sebagai ganti untuk tidak ada demo oleh buruh TKBM Pelabuhan Tj. Priok.

Kita adalah gardanya pelabuhan, ujung tombak pelabuhan, kita bukan pengemis kita bekerja disini, tanpa kita tak ada gerak dan kerja pelabuhan.

Mawi mengingatkan kalau terus buruh tak diperhatikan kita akan bergerak dan gantung seling.

H. Juswandi Ketua APBMI DPW DKI Jakarta, memberikan sambutan, kami menghargai buruh sebagai mitra kerja dan dengan Yayasan Annas kami siap membantu orang tua jompo, janda dan anak yatim dari keluarga para buruh TKBM.

Juswandi berharap perhatian serius pemerintah terhadap buruh pelabuhan. Dibandingkan dengan negara lain kesejahteraan buruh Indonesia dapat menyamai paling tidak dwngan negara tetangga kita Malaysia .

Bandingkan dengan buruh Malaysia, Singapur dan sebagainya apalagi dengan negara Hongkong yang sangat sejahtera buruh Pelabuhannya.

Mewakili TKBM Syaiful Islam, awalnya peringatan mayday tahun ini akan besar dan bergerak demo ke Dirut Pelindo ll.

Hari ini adalah momennya, dari mulai menjabat Dirut Elvin tak pernah bertemu dengan buruh TKBM. kelima SP mesti bersatu dan solid untuk “Gantung Seling”.

“Hanya itu yang bisa membuat kita diperhatikan oleh pengelola pelabuhan Tanjung Priok. Adapun tuntutan kita adalah saat ini :

1. Upah yang layak,
2. Dana CSR Pelindo,
3. Rasionalisasi Kesejahteraan Buruh

Mewakili 5 SP TKBM sebagai Advokasi Hukum yang ada di Koperasi TKBM Pelabuhan Tanjung Priok, Yusron Effendi, dalam sambutannya sesuai tema peringatan hari buruh (mayday) tahun ini.

Disampaikan peringatan mayday ini menjadi penyampaian aspirasi dari stack holder dari pengelola Pelabuhan II Tanjung Priok. Sebagai buruh pelabuhan mestinya kita tidak miskin, tapi inilah kondisinya “Menyakitkan”.

Tidak ada cara santun, karena sudah lima kali TKBM menyurati dan satu dibalas dengan tidak hormat, maka jalan unjuk rasa adalah hal terakhir yang mesti ditempuh. Dan unjuk rasa itu legal dibenarkan hukum.

Dengan saham 2400 buruh selama berpuluh tahun kehidupan buruh dengan karyawan Pelindo bagai langit dan bumi padahal ditempat yang sama hasil kerja yang sama.

Jangan sampai kita jadi Bodoh dan Gembel karena sistem. Demikian orasi Yusron dengan berapi-api.

Acara diakhiri dengan Do’a penutup dilanjutkan dengan pemberian door prize kepada hadirin.(yamin)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *